BACAKORAN.CO - Pihak RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Jambi membantah berita yang beredar jika dokter Internship yang meninggal karena sistem kerja yang buruk ditempatnya.
Dirut RSUD Daud Arif Sahala Nainggolan menyatakan tidak ada pembullyan terhadap dokter Myta yang sedang Internship di rumah sakitnya.
Menurutnya dokter Myta sudah sakit sakitan yakni sakit sesak nafas sejak bergabung menjadi dokter Internship di RSUD Daud Arif.
Bahkan dirinya menyebut dokter Myta baru bergabung menjadi dokter Internship di RSUD Daud Arif sejak 11 Maret 2026 dan belum ada 3 bulan bekerja seperti berita yang beredar.
"Kalau di-bully, itu tidak benar. Saya sudah panggil dokter. Komite medik juga sudah saya panggil. Semua saya panggil," kata Sahala, Sabtu (2/5/2026).
Sahala menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sejawat yang sering berkomunikasi dengan almarhumah, dr. Myta memang sudah lama mengalami gangguan kesehatan sebelum akhirnya masuk perawatan serius.
"Sudah lama sakitnya. Dia itu masuk rumah sakit 11 Maret," tambahnya.
Viral Kematian Dokter Myta
Kabar kematian dokter magang ini membuat dunia kedokteran berduka. Dokter Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 merupakan dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal Jambi.
Dokter Myta yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Unsri ini menghembuskan nafas terakhir setelah diduga menjadi korban kerja rodi di rumah sakit tempatnya melaksanakan internship.
Hal ini membuat Ikatan Alumni FK UNSRI bergerak.
Temuan awal IKA FK Unsri mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang membuat kasus ini menjadi miris khususnya bagi dokter dokter muda yang menjalani internship.