Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Haduan Widya Wiratama mengonfirmasi bahwa pelaku selalu berpindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat kepolisian.
"Alhamdulillah sudah tertangkap," katanya seperti dikutip bacakoran dari Tribun Jateng.
Dika menambahkan bahwa rute pelarian pelaku cukup panjang melintasi berbagai kota besar di Pulau Jawa.
"Sempat ke Kudus, Bogor, kemudian lanjut Jakarta. Setelah itu ke Solo dan Wonogiri," katanya.
Peringatan Tegas Kepolisian Jawa Tengah
Sebelum operasi penangkapan berhasil dilakukan, pihak kepolisian memang sudah mencium indikasi pelarian kyai Ashari hingga ke luar pulau.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyatakan bahwa tersangka sudah masuk radar tim pemburu.
"Diduga berada di luar wilayah Jawa Tengah. Kemarin sudah dilakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan tidak hadir," katanya.
Artanto juga sempat menegaskan komitmen polisi untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan seksual.
"Saat ini masih dalam pengejaran. Jika ditemukan, langsung ditangkap dan dilakukan penahanan," katanya.
BACA JUGA:Tragedi Maut Jalur Lintas, Daftar Lengkap Identitas Korban Meninggal dan Selamat Bus ALS Muratara
Respon Netizen di Media Sosial
Banyak netizen merasa geram dengan aksi bejat pelaku yang telah merusak masa depan 50 anak didik.
Akun X @grand4pha mengecam keras dengan menilai perbuatan tersebut tidak bisa diampuni, menyebutkan bahwa hukuman mati pun sepertinya masih kurang pantas untuk perbuatan yang menghancurkan puluhan anak.
Senada dengan hal tersebut, akun @TukangTidur07 memberikan komentar menohok yang menyebutkan.
"Disanding dengan iblis pun, lebih ngeri ini orang dari pada iblis," tulisnya.
Reaksi publik tidak hanya berhenti pada hujatan terhadap tersangka.