BACAKORAN.CO – Sang buronan kasus kekerasan seksual di Wonogiri akhirnya tertangkap dan membawa fakta baru yang sangat mengejutkan.
Kyai Ashari ternyata tidak hanya melakukan rudapaksa terhadap para santriwati, tetapi juga melakukan kekerasan fisik berupa pemukulan bagi mereka yang menolak patuh.
Motif di balik kebisuan para korban selama ini akhirnya terkuak secara gamblang, mengungkap penyalahgunaan kekuasaan mutlak oleh sang pendiri yayasan.
Informasi mengerikan ini diungkap langsung oleh salah satu korban melalui tayangan podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang disiarkan pada hari Kamis, 7 Mei 2025.
BACA JUGA:Sempat Kabur ke Jakarta, Kyai Cabul Ponpes Pati Akhirnya Dicokok Polisi Pagi Buta
Dalam tayangan tersebut, korban membeberkan secara detail perlakuan kasar yang ia dan rekan-rekannya terima.
Kekerasan fisik ini ternyata menjadi senjata utama pelaku untuk menundukkan para santriwati.
Pemukulan bisa terjadi hanya karena alasan sepele, seperti saat santri membantah atau tidak mengikuti keinginan menyimpang pelaku.
"Di sana itu keras. Kalau di situ itu kalau tidak benar langsung dipukul sama oknum tadi," ungkap korban dalam podcast tersebut.
Posisi Kyai Ashari sebagai pembuat sekaligus pendiri yayasan di pondok tersebut membuatnya seolah tak tersentuh oleh aturan.
Hal ini menciptakan relasi kuasa yang sangat timpang, sehingga tidak ada satu pun orang di lingkungan tersebut yang berani melawannya.
BACA JUGA:Edan! 50 Santriwati Jadi Korban Pelecehan Kyai di Pati, Warga Kompak Geruduk Ponpes Ndolo Kusumo
"Yang lain enggak dibolehin sama oknumnya. Jadi dia paling tinggi," ungkap korban lebih lanjut saat menjelaskan struktur kekuasaan di pondok.
Modus kejahatan yang dilakukan pelaku berawal dari ajakan ziarah atau salawatan.
Namun pada tahapan selanjutnya, pelaku justru mengajak para korban untuk tidur bersama.