Biadab! Selain Rudapaksa Kyai Ashari Wonogiri Ternyata Kerap Siksa Santriwati, Alasannya Bikin Geram...

Jumat 08 May 2026 - 15:26 WIB
Reporter : Andra
Editor : Joko

"Kawal terus sampai putusan sidang inkrah," tulis akun X @huyogo_simbolon dalam cuitan balasan.

Gelombang protes digital ini membuktikan bahwa kejahatan seksual di lingkungan pendidikan agama merupakan anomali yang sangat meresahkan.

Lemahnya pengawasan asrama membuat sosok figur otoritas dengan mudah menyalahgunakan kekuasaannya.

Ke depannya, tugas terberat dari negara selain memastikan tersangka mendapat hukuman seberat-beratnya adalah memulihkan trauma psikologis 50 santriwati yang menjadi korban.

50 Santriwati Jadi Korban Pelecehan Kyai di Pati, Warga Kompak Geruduk Ponpes Ndolo Kusumo

 Seorang kyai pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, diamankan polisi setelah diduga melecehkan puluhan santriwati.

Kasus ini mencuat ke publik setelah video aksi geruduk warga viral di media sosial.

Warga setempat dan dari luar daerah turun ke jalan menuntut keadilan karena pelaku yang juga pengurus yayasan diduga mencabuli sekitar 50 santriwati.

Polresta Pati telah menetapkan pengasuh berinisial A atau AS sebagai tersangka kasus pencabulan. 

BACA JUGA:Viral! Anak SMA St Louis Surabaya Provokasi Kshowtime, Netizen Geram dan Tuntut Sekolah Bertindak

Seperti informasi video viral dari X (Twitter) @neVerAl0nely___ yang diunggah Sabtu, 2 Mei 2026, dan telah ditonton lebih dari 13.700 kali menampilkan momen massa berteriak “Kyai Temv*k” sambil menggeruduk lokasi pesantren.

Dalam rekaman tersebut, ketua yayasan tampak berbicara di hadapan massa.

Polisi menetapkan tersangka setelah serangkaian pemeriksaan.

Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, menyatakan bahwa pengasuh ponpes berinisial A telah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap puluhan santri.

BACA JUGA:Pembunuh Lansia di Pekanbaru Tertangkap, Wajah Pria Babak Belur dan Gestur Ex Menantu Jadi Sorotan Karena...

Ketua Yayasan Ndholo Kusumo, Ahmad Sodik, menegaskan dirinya bukan pelaku dan telah menonaktifkan oknum tersebut.

“Saya sebagai Ketua Yayasan Ndholo Kusumo bukan pelaku. Mohon jangan digoreng. Biarkan nanti hukum yang berbicara,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026). 

Kategori :