MPR RI Minta Maaf Secara Terbuka, Nasib Juri dan MC LCC Empat Pilar Langsung Dinonaktifkan

Rabu 13 May 2026 - 15:00 WIB
Reporter : Asep
Editor : Andra

"Ketika aku membaca ribuan komentar dari netizan, hampir semua isinya hujatan untuk aku, semua kata-kata isi kebun binatang keluar, sumpah serapah aku terima, sampai seruan boykot Shindy MC," tulis Shindy dalam unggahannya yang kini beredar luas di berbagai platform.

BACA JUGA:MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Tolak Gugatan UU IKN

Ia juga menambahkan dengan nada pasrah bahwa tuntutan publik telah menjadi kenyataan.

"Dan sampai akhirnya memang benar-benar semua harapan dan tuntutan netizen terwujud, aku hilang pekerjaan," keluhnya.

Meski mengaku tabah dan menerima ini sebagai risiko atas kesalahannya, Shindy menyoroti hal lain yang membuatnya sangat terpukul.

Kekecewaan terdalam Shindy justru bukan datang dari netizen, melainkan dari rekan 1 profesinya. Ia merasa dihakimi di saat dirinya sedang berada di titik terendah.

"Tapi tidak ada yang lebih menyakitkan dalam kejadian ini, ketika aku melihat dari teman-teman sejawat seprofesiku memanfaatkan moment 'jatuhnya aku sekarang' untuk menghakimiku bahkan merayakannya," ungkap Shindy.

Ia menutup curhatannya dengan mencoba berprasangka baik kepada Tuhan dan berterima kasih kepada akun bovithalim.

Namun, respons netizen di platform X justru sebaliknya.

BACA JUGA:Ada Dapur SPPG di Prabumulih yang 'Curi' Gas Rumah Tangga, PD Petro Prabu Ngaku Rugi Ratusan Juta

Banyak yang menganggap curhatan tersebut bukan sebagai ujian, melainkan teguran keras.

Melalui akun X BANDUNG FESS @BaseBDG yang diunggah 6 jam lalu, sebuah komentar tajam merangkum sentimen publik saat ini.

"Bisa-bisana nganggap kesalahan manehna ujian euy padahal mah teguran ngabully budak sakola wkwkwk Fix boikot, blacklist," tulis @BaseBDG.

Juri LCC MPR Justru Diduga Unggah Sindiran di Status WA

 Kontroversi hasil Lomba Cerdas Cermat atau LCC MPR terus berlanjut dan kini memanas akibat ulah salah satu dewan juri bernama Indri Wahyuni.

Bukannya meredakan ketegangan, Indri justru diduga mengunggah status WhatsApp bernada arogan yang memamerkan harta sekaligus membela 1 sekolah secara sepihak.

Tindakan ini memicu reaksi keras publik karena seorang juri seharusnya menjaga netralitas dan tidak memperkeruh suasana dengan sentimen pribadi.

Kategori :