Proyek Pesawat N-250 menelan anggaran sekitar Rp20 hingga 40 triliun. Visi utamanya adalah menciptakan efisiensi melalui teknologi modern buatan anak bangsa.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri," tegas habibi.
Proyek ini menjadi fondasi penting bagi daya saing teknologi dirgantara nasional.
Abdurrahman Wahid Restrukturisasi Perbankan
Krisis moneter 1998 meninggalkan beban berat yang harus ditangani segera.
Kebijakan Restrukturisasi Perbankan menjadi program paling mahal dengan perkiraan biaya Rp1.500 hingga 2.000 triliun pada nilai sekarang.
Langkah penyelamatan ini sangat krusial agar sistem keuangan tidak runtuh sepenuhnya.
"Krisis boleh datang, tapi dengan keputusan yang tepat, bangsa ini bisa berdiri kembali," tutur gusdur.
Megawati Privatisasi Indosat
Guna membantu pemulihan ekonomi negara pasca krisis, Presiden Megawati mengambil langkah privatisasi perusahaan negara. Penjualan aset Indosat ini memakan valuasi sekitar Rp15 hingga 25 triliun.
Tujuannya adalah menambah pemasukan negara dan meningkatkan efisiensi perusahaan melalui keterlibatan mitra strategis.
"Kemandirian ekonomi hanya bisa dicapai jika kita berani mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan bangsa," jelas Megawati.
Susilo Bambang Yudhoyono Subsidi Bbm
Bentuk kehadiran negara di era SBY difokuskan pada perlindungan daya beli masyarakat melalui Subsidi BBM.
Anggaran yang dikeluarkan mencapai angka Rp300 hingga 500 triliun per tahun.
BACA JUGA:Mendekam di Bui, Ferdy Sambo Tiba-tiba Lulus S2 Jalur Beasiswa! Begini Penjelasan Ditjen Pas
Kebijakan ini secara langsung menjaga harga barang dan jasa agar inflasi tetap terkendali bagi seluruh lapisan masyarakat.