Heboh Banderol Elpiji 3 Kg Mendadak Rp16 Ribu Saat Inspeksi, Netizen Kuliti Fakta Harga Pengecer
Banderol Elpiji 3 Kg Mendadak Rp16 RIbu Saat Inspeksi--Twitter
BACAKORAN.CO - Sebuah unggahan di platform media sosial X mendadak viral setelah menyoroti kejanggalan harga gas melon 3 kg yang dijual sangat murah saat inspeksi mendadak oleh seorang pimpinan.
Akun bernama SobatMiskinTV pada tanggal 18 Mei 2026 mengunggah foto yang menunjukkan harga gas 3 kg di sebuah outlet hanya Rp 16.000, jauh di bawah harga pasar yang biasa dibeli oleh masyarakat luas.
Fenomena harga gas melon yang tiba-tiba anjlok saat ada kunjungan ini kembali membuka mata publik tentang transparansi harga di lapangan.
Berdasarkan penelusuran data yang juga disertakan dalam cuitan tersebut, harga eceran resmi gas bersubsidi 3 kg di pangkalan sebenarnya berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 22.000 per tabung.
BACA JUGA:TNI Tewas Tembak TNI Ditempat Dugem di Palembang, Pomdam II Sriwijaya Tetapkan 2 Tersangka
Harga ini sangat bergantung pada Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah.
Sementara itu, jika kamu membelinya di tingkat pengecer atau warung kecil, harganya bisa melonjak tajam mencapai Rp 25.000 hingga Rp 35.000.
Untuk pembelian tabung baru beserta isinya, konsumen harus merogoh kocek antara Rp 250.000 hingga Rp 350.000.
Fakta teknis ini jelas bertolak belakang dengan plakat harga Rp 16.000 yang terpampang nyata saat sidak pimpinan tersebut berlangsung.
Harga Rp 16.000 mungkin saja merupakan harga tebus pokok dari agen ke pangkalan tingkat pertama, bukan harga jual akhir ke konsumen rumah tangga.
Dalam unggahannya, akun X MiskinTV memberikan kritik tajam terkait fenomena ini dengan menyertakan keterangan gambar yang menohok.
"Kebiasaan orang Indonesia, tiap pimpinan sidak semua2 diberesin, dibaik2in, dan cenderung dilebih2kan. Mana ada yang jual Gas Melon Rp16rb?" tulis akun tersebut.
Unggahan yang telah mendapat banyak sorotan ini memancing berbagai respons dari warganet di kolom balasan.