bacakoran.co

Tragedi Jembatan Wouma Putus: Tim Gabungan Evakuasi 24 Jenazah di Sungai Uwe Papua, Pencarian Terus Berlanjut

Evakuasi 24 korban tenggelam di Sungai Uwe akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena--Tangkap layar/jubi.id

BACAKORAN.CO - Tragedi putusnya jembatan gantung Wouma di Papua Pegunungan pada 7 Mei 2026 sore hari telah membawa duka mendalam bagi warga.

Hingga hari Minggu, sebanyak 24 orang yang tenggelam di Sungai Uwe Wamena berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

Insiden memilukan ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga sempat memicu ketegangan hingga konflik antar suku di Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.

Kepolisian Resor Jayawijaya atau Polres Jayawijaya mengonfirmasi bahwa proses pencarian korban jembatan gantung Wouma putus masih terus digencarkan.

BACA JUGA:Mendekam di Bui, Ferdy Sambo Tiba-tiba Lulus S2 Jalur Beasiswa! Begini Penjelasan Ditjen Pas

Evakuasi 24 korban tenggelam di Sungai Uwe ini melibatkan kerja keras sinergi antara Polres Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya, dan Pos Basarnas Wamena.

Langkah tanggap darurat ini sangat penting bagi kamu yang terus memantau situasi keamanan di Papua Pegunungan, karena operasi pencarian dan evakuasi cepat diharapkan mampu meredam gejolak sosial di tengah masyarakat.

Pencarian intensif dilakukan dengan menyisir 3 titik krusial.

Area utama difokuskan mulai dari lokasi awal jatuhnya korban di jembatan gantung hingga Jembatan Wouma, kawasan muara di belakang Bandara Wamena, serta daerah Yikuba.

BACA JUGA:Dolar Meroket Tajam, Respon Lawas Prabowo Jadi Bumerang Usai Klaim Masyarakat Desa Aman

Dari sudut pandang resolusi konflik, langkah pencarian yang dilakukan secara terus menerus ini merupakan pendekatan psikologis dan strategis yang tepat.

Mengembalikan jenazah kepada pihak keluarga secepat mungkin adalah kunci esensial untuk menurunkan eskalasi emosi warga dan mencegah gesekan antar suku meluas menjadi kerusuhan yang lebih besar.

Pernyataan Resmi Kapolres Jayawijaya

Informasi ini bersumber langsung dari keterangan resmi kepolisian di Wamena.

Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara memberikan pernyataan di Wamena pada hari Minggu terkait perkembangan proses evakuasi.

Tragedi Jembatan Wouma Putus: Tim Gabungan Evakuasi 24 Jenazah di Sungai Uwe Papua, Pencarian Terus Berlanjut

Riza

Wahyu


bacakoran.co - tragedi putusnya jembatan gantung wouma di pegunungan pada 7 mei 2026 sore hari telah membawa duka mendalam bagi warga.

hingga hari minggu, sebanyak 24 orang yang tenggelam di berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

insiden memilukan ini tidak hanya menelan tetapi juga sempat memicu ketegangan hingga konflik antar suku di ibu kota kabupaten jayawijaya.

kepolisian resor jayawijaya atau polres jayawijaya mengonfirmasi bahwa proses pencarian korban jembatan gantung wouma putus masih terus digencarkan.

evakuasi 24 korban tenggelam di sungai uwe ini melibatkan kerja keras sinergi antara polres jayawijaya, kodim 1702/jayawijaya, dan pos basarnas wamena.

langkah tanggap darurat ini sangat penting bagi kamu yang terus memantau situasi keamanan di papua pegunungan, karena operasi pencarian dan evakuasi cepat diharapkan mampu meredam gejolak sosial di tengah masyarakat.

pencarian intensif dilakukan dengan menyisir 3 titik krusial.

area utama difokuskan mulai dari lokasi awal jatuhnya korban di jembatan gantung hingga jembatan wouma, kawasan muara di belakang bandara wamena, serta daerah yikuba.

dari sudut pandang resolusi konflik, langkah pencarian yang dilakukan secara terus menerus ini merupakan pendekatan psikologis dan strategis yang tepat.

mengembalikan jenazah kepada pihak keluarga secepat mungkin adalah kunci esensial untuk menurunkan eskalasi emosi warga dan mencegah gesekan antar suku meluas menjadi kerusuhan yang lebih besar.

pernyataan resmi kapolres jayawijaya

informasi ini bersumber langsung dari keterangan resmi kepolisian di wamena.

jayawijaya akbp anak agung made satriya bimantara memberikan pernyataan di wamena pada hari minggu terkait perkembangan proses evakuasi.

beliau menegaskan dalam keterangannya, "setelah putusnya jembatan gantung wouma pada hari pertama, tim gabungan telah menemukan sekitar 24 korban hingga hari ini (minggu)."

hingga saat ini, pihak kepolisian mengakui adanya tantangan berat dalam mendata total korban secara akurat.

mengenai hal tersebut, akbp anak agung made satriya bimantara menuturkan, "sejujurnya, hingga saat ini kami belum memiliki data yang tepat mengenai jumlah korban yang jatuh akibat jembatan gantung wouma. ada informasi menyebutkan jumlah korban mulai dari 7, 20, 33, hingga 38 semuanya masih belum jelas."

bahkan sempat beredar kabar di tengah masyarakat mengenai seorang korban yang dikabarkan meninggal, namun setelah diverifikasi ternyata korban tersebut masih hidup.

upaya evakuasi para korban tenggelam di sungai uwe ini bukan sekadar operasi penyelamatan standar, melainkan sebuah tindakan kemanusiaan yang mendesak.

kapolres jayawijaya memaparkan lebih lanjut, "kami terus melakukan pencarian untuk menurunkan ketegangan emosi dari keluarga korban. pencarian ini kami lakukan selama delapan hari sebelum terjadinya konflik antar suku di wamena."

"jumlah total jenazah atau korban yang telah ditemukan hingga saat ini adalah 24 orang. kami akan terus melakukan pencarian bersama tim gabungan dari kodim dan basarnas," pungkasnya.

Tag
Share