BACAKORAN.CO -- Jajaran Polres Empat Lawang Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus hilangnya Aminah (64), warga Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.
Perempuan itu dilaporkan hilang sejak Selasa 19 Mei 2026 saat berada di kebun miliknya di wilayah Talang Ngongop, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang.
Nah, Minggu malam 24 Mei 2026, anggota Reskrim Polres Empat Lawang mengamankan Angga, yang informasinya merupakan menantu dari Aminah.
Dalam video penangkapan yang diunggah ke media sosial, polisi tampak menginterogasi Angga. Ketika itulah keluar pengakuan langsung dari mulut Angga jika ia diamankan polisi karena membunuh mertuannya yaitu Aminah yang selama beberapa hari sebelumnya dicari-cari warga bersama polisi.
BACA JUGA:Gerebek Pondok Kebun, Polisi Tangkap 2 Pria yang Bawa S4bu di Diwilayah Empat Lawang
BACA JUGA:Satu Ditangkap, Begal Kembali Beraksi Lagi di Empat Lawang, Pelaku Bacok Kurir Paket
Pengakuan Angga itu kemudian memicu emosi beberapa warga yang meyaksikan penangkapan itu. Namun kemarahan warga berhasil diredam aparat kepolisian "Kenapa kamu di tangkap,"tanya petugas "Kerena membunuh ibu,"jelas Angga dalam video itu.
Lalu petugas bertanya dimana posisi jenazah korban saat ini. "Dimana kau simpan (jenazah, red) ibu kamu?
Pertanyaan itu dijawab polos oleh Angga jika jenazah korban dimasukkannya ke dalam karung dan dibuangnya di sungai di Talang Jerambah Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang.
"Kapan kau bunuh ibu kamu? hari apa,"lanjut polisi. "Hari Selasa (19/5), sekitar jam duo,"jawabnya.
BACA JUGA:Sempat 'Disingkirkan' Dua Periode, Pejabat Kota Prabumulih Ini Kembali Moncer
Pelaku kemudian menjelaskan jika korban dibunuhnya saat di kebun. Pelaku mengaku menghabisi korban dengan cara menghantam korban menggunakan kayu bakar atau biasa disebut warga setempat 'puntung'.
Ketika korban sudah tewas lalu dimasukkannya ke dalam karung kopi berukuran besar. Lalu jenazah korban diangkutnya menggunakan sepeda motor dan dimasukkanya ke dalam sungai dibawah jembatan. Menurut pelaku, karung itu sempat hanyut namun kemudian tersangkut.
Petugas juga menginterogasi pelaku terkait motif pembunuhan sadis itu. Kepada polisi Angga mengaku menghabisi nyawa mertuanya karena kesal soal uang bagi hasil panen kopi.
"Aku perohan (bagi hasil mengolah kebun) sama dia, katanya (hasil panen, red) bagi duo. Tapi sudah panen, bagi empat,"jelas Angga seraya mengakui jika kebun kopi itu adalah milik mertuanya dan dia hanya membantu merawat hingga panen.