BACAKORAN.CO - Tidur tidak teratur kini menjadi kebiasaan yang makin sering terjadi di tengah gaya hidup modern. Tidur pukul 11 malam hari ini lalu bergeser menjadi pukul 1 dini hari keesokan harinya mungkin terlihat sepele.
Namun di balik kebiasaan tersebut, kesehatan jantung diam-diam ikut terancam.
Para ahli jantung mengingatkan bahwa jadwal tidur yang kacau dapat mengganggu ritme alami tubuh.
Dampaknya bukan hanya rasa lelah saat bangun pagi, tetapi juga meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, peradangan kronis, hingga penyakit jantung.
Ahli kardiologi Douglas Zuckermann, MD, menjelaskan tubuh membutuhkan waktu pemulihan setiap malam agar organ-organ vital dapat bekerja optimal.
Kurangnya waktu tidur membuat tubuh mengalami peningkatan hormon stres seperti kortisol.
Kondisi ini menyebabkan tekanan darah tetap tinggi saat malam hari dan memberi beban tambahan pada jantung serta pembuluh darah.
BACA JUGA:Menu Bayi 9 Bulan Berat Badan Kurang: Trik MPASI Tinggi Kalori Biar Grafik Timbangan Ngebut Naik
Tidur Tidak Teratur Ganggu Ritme Sirkadian
Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yakni jam biologis internal selama 24 jam yang mengatur berbagai fungsi penting, termasuk detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan pelepasan hormon.
Saat jadwal tidur berubah-ubah, ritme alami tersebut ikut terganggu. Tubuh menjadi bingung menentukan kapan harus beristirahat dan kapan harus aktif.
Ahli kardiologi Cynthia A. Kos, DO, FACC menyebut gangguan ritme sirkadian dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik atau mode “fight or flight”.
Akibatnya tubuh terus berada dalam kondisi waspada dan stres meningkat.
Jika berlangsung terus-menerus, jantung akan bekerja lebih keras dari seharusnya.
Tekanan Darah Tidak Turun Saat Tidur