Ngaku Single, Farhan Lulusan Al-Azhar Diduga Predator Aplikasi Kencan Demi Main Gila dengan 5 Wanita Sekaligus

Minggu 31 May 2026 - 11:00 WIB
Reporter : Bagus
Editor : Asep

Tragisnya, korban-korban ini sama sekali tidak menyadari bahwa pria yang tidur bersama mereka adalah seorang ayah beranak 1.

Pengakuan Istri Dan Bukti Manipulasi Berantai

Fakta yang jauh lebih mengejutkan datang dari sisi kehidupan rumah tangga pelaku.

Terbongkar informasi bahwa pria ini belum resmi berpisah dari istri sahnya.

Sang istri mengaku sangat kelelahan karena proses perceraian menjadi sangat sulit akibat pelaku kerap menggunakan manipulasi emosional.

BACA JUGA:Ini Fakta Kiai Cabul di Pekalongan: Puluhan Santriwati Jadi Korban Sejak 2008 hingga Hamil Ghaib Terbongkar

Ia selalu menggagalkan syarat cerai dengan dalih, "kamu itu istri aku," sambil terus memaksa untuk berhubungan intim.

Lebih parah lagi, rekam jejak kelam ini dikabarkan sudah berlangsung sejak tahun 2020, namun kebiasaan buruknya baru terbongkar secara gamblang pada tahun 2024.

elaku tercatat memiliki rekam jejak mendekati 5 hingga 7 perempuan sekaligus dalam satu waktu.

Bahkan, seorang teman satu flatnya ketika menempuh pendidikan di Kairo dulu pernah diajak melihat koleksi video asusila format 3gp miliknya, serta mengajarkan rekan lainnya menggunakan bot Telegram untuk mencari perempuan.

Kehebohan ini memantik kemarahan publik, termasuk mendapat atensi langsung dari akun X komunitas pelindung perempuan, Sisters in Danger x Simponi.

BACA JUGA:Siapa Nayla Khansa Adreby Putri? Mahasiswi ITB yang Viral Usai Hina Bobotoh

Melalui unggahan kutipan pada 30 Mei 2026 yang berhasil meraup 9,7 ribu penayangan, mereka melontarkan kritik sangat pedas yang mewakili keresahan netizen.

"Farhan lulusan Al Azhar, Mesir. Bener2 penjahat kelamin lu ya? Itu hs sana sini pake kondom ga?" tulis akun tersebut.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa pacar baru pelaku saat ini yang disebut berasal dari Makassar dan menetap di Jakarta masih dalam fase penyangkalan.

Para pelapor, yang beberapa di antaranya adalah korban, kini tengah bahu-membahu mengumpulkan bukti tambahan secara kolektif untuk membawa kasus ini ke permukaan agar tidak ada lagi perempuan yang tertular penyakit menular seksual atau menderita kerugian psikologis.

Kategori :