“Alhamdulillah, seluruh rangkaian puncak ibadah haji telah berjalan dengan baik. Per 30 Mei 2026 pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, kawasan Mina telah dinyatakan clear dari jamaah haji Indonesia," jelas Hasan.
"Seluruh proses pendorongan jemaah dari Mina menuju hotel di Makkah selesai dengan aman, tertib, dan terkendali,” ujar Hasan.
Hasan menjelaskan, seluruh jamaah yang mengambil Nafar Awal maupun Nafar Tsani telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.
Menurutnya, penyelesaian fase Mina menjadi salah satu indikator penting kelancaran operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia pada fase puncak haji tahun ini.
BACA JUGA:Ribuan Jamaah Haji Alami Masalah Kesehatan, Kemenhaj Himbau Begini
“Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara jamaah, petugas haji Indonesia, syarikah, serta otoritas Arab Saudi dalam memastikan mobilisasi jemaah berlangsung aman dan lancar,” katanya.
Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang telah menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama pelaksanaan Armuzna.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh petugas haji Indonesia yang telah bekerja tanpa mengenal waktu dalam memberikan layanan, pendampingan, perlindungan, dan pengawasan kepada jamaah.
Terkait pelaksanaan dam, Hasan menyampaikan hingga hari ini tercatat sebanyak 195.326 jamaah haji Indonesia telah menyelesaikan kewajiban dam.
Rinciannya, 135.367 jemaah menunaikan dam melalui program Adahi, 53.506 jemaah melalui lembaga resmi Indonesia, dan 6.453 jamaah melalui puasa. Selain itu, terdapat 4.084 jemaah haji Indonesia yang mengambil skema Haji Ifrad.
BACA JUGA:Perkuat Satgas Pencegahan Haji Ilegal, 3 WNI Ditangkap di Arab Saudi
“Capaian ini menunjukkan tingginya kepatuhan jemaah dalam memenuhi ketentuan ibadah, sekaligus mendukung tata kelola pelaksanaan dam yang tertib, aman, dan akuntabel,” jelas Hasan.
Meski fase Armuzna telah berakhir, Kemenhaj mengimbau seluruh jamaah untuk tetap menjaga kesehatan dan mengatur aktivitas ibadah secara bijak.
Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas sehingga jamaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat yang cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.
Hasan juga mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri menjalankan ibadah tambahan apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas, jemaah perempuan, dan jamaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Mulai 1 Juni 2026, jemaah haji Indonesia gelombang pertama juga akan memasuki fase kepulangan ke Tanah Air secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Kemenhaj mengimbau jemaah mulai mempersiapkan barang bawaan dan memperhatikan seluruh ketentuan penerbangan.