Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi kayu manis secara teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Kayu manis cocok dicampurkan ke dalam teh, kopi, oatmeal, smoothies, atau berbagai makanan sehat lainnya.
5.Daun Mint, Segar dan Kaya Manfaat
Daun mint sering dikenal karena aroma segarnya.
Namun di balik itu, terdapat kandungan mentol yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.
Mentol diyakini membantu mengontrol kadar kolesterol LDL dan trigliserida sehingga mendukung kesehatan pembuluh darah.
BACA JUGA:5 Manfaat Rutin Makan Pisang Setiap Hari, Buah Murah yang Diam-Diam Jadi Penjaga Kesehatan Tubuh
Daun mint dapat ditambahkan ke dalam minuman, salad, atau aneka hidangan segar sebagai pelengkap menu harian.
6.Rosemary, Rempah yang Mulai Mencuri Perhatian
Rosemary mungkin belum sepopuler kunyit atau jahe di Indonesia, tetapi penelitian menunjukkan rempah ini memiliki potensi besar dalam membantu mengendalikan kolesterol.
Sebuah penelitian pada 2014 menemukan bahwa konsumsi bubuk rosemary sebanyak 2 hingga 10 gram per hari berkaitan dengan penurunan kadar kolesterol total.
Para peneliti menilai rosemary berpotensi membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan berbagai penyakit kronis lainnya.
Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan karena jumlah partisipan dalam studi tersebut relatif terbatas.
Temuan inilah yang membuat rosemary mulai dianggap sebagai salah satu rempah penurun kolesterol alami yang menarik perhatian para peneliti.
7.Cuka Apel, Pelengkap Gaya Hidup Sehat