Pelemhan emas menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mengalihkan dana ke aset berisiko seperti saham dan obligasi.
Namun demikian, tekanan terhadap emas masih relatif terbatas karena pasar masih menunggu kepastian kebijakan suku bunga dari Federal Reserve dan bank sentral utama lainnya.
Pekan Sibuk Bank Sentral Dunia
Selain isu geopolitik, pasar juga menghadapi agenda penting dari beberapa bank sentral utama dunia.
Bank of Japan Berpotensi Naikkan Suku Bunga
Perhatian tertuju pada rapat Bank of Japan (BOJ) tanggal 15-16 Juni 2026.
Pasar memperkirakan:
Suku bunga Jepang berpotensi naik menuju 1%.
BOJ kemungkinan menghentikan pengurangan pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB).
BACA JUGA:Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS! Harapan Damai AS-Iran Guncang Pasar Global
Wakil Gubernur BOJ Shinichi Uchida diperkirakan akan memimpin pertemuan menggantikan Gubernur Kazuo Ueda yang masih menjalani pemulihan kesehatan.
Jika BOJ benar-benar menaikkan suku bunga, maka Yen Jepang berpotensi menguat lebih lanjut setelah bertahun-tahun berada dalam era suku bunga ultrarendah.
The Fed Gelar Pertemuan Perdana di Era Kevin Warsh
Federal Reserve juga akan mengadakan rapat kebijakan moneter penting pekan ini.
Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena merupakan salah satu agenda utama di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh.
Investor akan mencermati: