Dolar AS Tertekan, Harga Emas Melemah! Kesepakatan Damai Iran dan Pembukaan Selat Hormuz Jadi Penentu Arah

Senin 15 Jun 2026 - 12:27 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Pelemhan emas menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mengalihkan dana ke aset berisiko seperti saham dan obligasi.

Namun demikian, tekanan terhadap emas masih relatif terbatas karena pasar masih menunggu kepastian kebijakan suku bunga dari Federal Reserve dan bank sentral utama lainnya.

BACA JUGA:Terbaru, Iran dan Amerika Serikat Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat Selama 2 Minggu, Selat Hormuz Dibuka?

Pekan Sibuk Bank Sentral Dunia

Selain isu geopolitik, pasar juga menghadapi agenda penting dari beberapa bank sentral utama dunia.

Bank of Japan Berpotensi Naikkan Suku Bunga

Perhatian tertuju pada rapat Bank of Japan (BOJ) tanggal 15-16 Juni 2026.

Pasar memperkirakan:

Suku bunga Jepang berpotensi naik menuju 1%.
BOJ kemungkinan menghentikan pengurangan pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB).

BACA JUGA:Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS! Harapan Damai AS-Iran Guncang Pasar Global

Wakil Gubernur BOJ Shinichi Uchida diperkirakan akan memimpin pertemuan menggantikan Gubernur Kazuo Ueda yang masih menjalani pemulihan kesehatan.

Jika BOJ benar-benar menaikkan suku bunga, maka Yen Jepang berpotensi menguat lebih lanjut setelah bertahun-tahun berada dalam era suku bunga ultrarendah.

The Fed Gelar Pertemuan Perdana di Era Kevin Warsh

Federal Reserve juga akan mengadakan rapat kebijakan moneter penting pekan ini.

Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena merupakan salah satu agenda utama di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh.

Investor akan mencermati:

Kategori :