Dolar AS Tertekan, Harga Emas Melemah! Kesepakatan Damai Iran dan Pembukaan Selat Hormuz Jadi Penentu Arah

Senin 15 Jun 2026 - 12:27 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Arah suku bunga AS.
Proyeksi inflasi terbaru.
Pandangan The Fed terhadap pertumbuhan ekonomi AS.
Dampak stabilisasi geopolitik terhadap kebijakan moneter.

BACA JUGA:Dolar Meroket Tajam, Respon Lawas Prabowo Jadi Bumerang Usai Klaim Masyarakat Desa Aman

Bank Indonesia Berpeluang Kembali Naikkan Suku Bunga

Di dalam egeri, Bank Indonesia diperkirakan masih membuka peluang untuk menaikkan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas Rupiah.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi dan volatilitas pasar keuangan belum sepenuhnya mereda.

Pergerakan Rupiah dan Mata Uang Utama

Berdasarkan kurs perbankan terbaru, nilai tukar dolar AS berada pada kisaran:

Kurs Beli USD: Rp17.780
Kurs Jual USD: Rp17.860

Sementara beberapa mata uang utama lainnya tercatat:

Euro (EUR): Rp20.587 – Rp20.735
Poundsterling (GBP): Rp23.862 – Rp24.030
Dolar Singapura (SGD): Rp13.851 – Rp13.949
Dolar Australia (AUD): Rp12.542 – Rp12.638
Yuan China (CNY): Rp2.622 – Rp2.651
Riyal Saudi (SAR): Rp4.729 – Rp4.763
Yen Jepang (JPY): Rp110,81 – Rp111,70

Posisi rupiah terlihat sedikit lebih stabil dibandingkan dengan periode ketika ketegangan Timur Tengah mencapai puncaknya. Namun, arah pergerakan selanjutnya masih sangat bergantung pada hasil rapat The Fed, BOJ, RBA, dan Bank Indonesia.

BACA JUGA:Rupiah Ngamuk! Terkuat Asia 3 Hari Beruntun, Dolar AS Dibikin KO!

Prospek Pasar Pekan Ini

Investor global saat ini menghadapi kombinasi sentimen yang sangat menentukan arah pasar:

Potensi kesepakatan damai AS-Iran.
Pembukaan kembali Selat Hormuz.
Keputusan suku bunga BOJ.
Pertemuan Federal Reserve di bawah Kevin Warsh.
Kebijakan Bank Indonesia dan Reserve Bank of Australia (RBA).

Apabila kesepakatan damai benar-benar tercapai, harga minyak berpotensi melanjutkan penurunan, inflasi global dapat mereda, dan sentimen pasar berisiko membaik. Sebaliknya, jika negosiasi kembali menemui hambatan, volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat dan mendorong investor untuk kembali mencari aset safe haven seperti emas dan dolar AS.

Kategori :