BACAKORAN.CO – Ketua BEM UGM 2025, Tyo Ardianto, kembali menemukan alat pelacak berbentuk lingkaran pipih jenis PBX Finder menempel di ban kanan-belakang mobil yang ia pinjam.
Insiden ini terjadi dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, hanya beberapa hari setelah peristiwa serupa pasca-aksi di Gejayan, Yogyakarta.
Kejadian ini memicu kekhawatiran luas soal upaya pembungkaman suara kritis mahasiswa.
Menurut unggahan @kalistohenituse pada Minggu, alat pelacak tersebut ditemukan menempel kuat di bagian bawah kendaraan.
BACA JUGA:DPR Soroti Pemborosan Kementerian HAM: Anggaran Rp700 Miliar, Operasional Hanya Rp40 Miliar
Video dokumentasi menunjukkan tangan memeriksa area ban belakang dan mengungkap perangkat kecil berwarna gelap yang tampak sengaja dipasang.
Pada unggahan sebelumnya Tyo juga menemukan alat serupa setelah aksi Gejayan Memanggil.
Mobil yang digunakan merupakan milik saudaranya, dipinjam karena Tyo sudah merasa tidak aman belakangan ini.
“Ketua BEM UGM 2025, Tyo Ardianto KEMBALI ditaro ‘alat pelacak’ PBX Finder di mobilnya,” tulis @kalistohenituse
Intimidasi tidak berhenti pada pelacak fisik.
BACA JUGA:Heboh! Demo Mahasiswa Buruh dan Tani Banjiri Bundaran HI Hari ini, Ini Daftar Tuntutannya
Rekan-rekan Tyo di BEM UGM dilaporkan dibombardir sekitar 30 pesan teror dari nomor tak dikenal sejak 13 Juni 2026.
Netizen bereaksi keras salah seorang pengguna berkomentar, “Gila banget ya cara mereka bungkam orang-orang pinter dan kritis, sampe dipasang pelacak 2 kali lho gilaaa ga abis pikir," tulis @fjrwo.
Banyak komentar lain menyatakan kekhawatiran, “Serem banget ih dunia,” dan harapan agar Tyo selalu dilindungi.
Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Mobil setelah Kritik Prabowo, Idrus Marham Sentil Moral
Eks Ketua BEM UGM bernama Tyo Ardianto menghebohkan publik setelah mengklaim menemukan alat pelacak di kendaraan yang digunakannya.