Temuan ini memicu spekulasi intimidasi terhadap aktivis kritis di tengah kritiknya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Kritik Tyo yang menyebut Prabowo “tidak pantas” sebagai pemimpin langsung mendapat respons keras dari Idrus Marham, Wakil Ketua Umum Golkar yang pernah divonis korupsi.
Menurut unggahan di akun X @benhilblokm pada Sabtu, 13 Juni 2026, Tyo Ardianto menemukan perangkat pelacak di kendaraannya sekitar 50 menit sebelum postingan tersebut.
Video dan foto pendukung menunjukkan alat kecil yang diduga digunakan untuk memantau pergerakan.
Netizen ramai bereaksi membanjiri postingan tersebut.
“Serem banget ini... anak muda yang kritis malah dianggap musuh,” ujar @bymassbay.
Sementara itu respons Idrus Marham terhadap pernyataan Tyo terekam dalam video yang diunggah @TaliUdeng pada Sabtu, 13 Juni 2026, Dalam narasi video berdurasi sekitar 82 detik dari SindoNews, Idrus Marham berbicara soal moral, nilai, budaya bangsa, sopan santun, dan ketidakpatutan kepemimpinan. Ia menilai pernyataan Tyo sebagai contoh buruk bagi generasi muda.
BACA JUGA:Polisi Blokade Mahasiswa Demo, Ibu-ibu Turun Langsung Protes: Saya di Sini sebagai Ibu Mereka
“Idrus Marham ini bicara tentang moral, nilai dan budaya bangsa bahkan sopan santun... padahal dia KORUPTOR,” tulis @TaliUdeng dalam caption unggahannya.
Banyak netizen menyoroti latar belakang Idrus Marham sebagai mantan narapidana korupsi.
“Mantan napi koruptor NGGEDABRUS menehi kuliah umum ‘ETIKA’,” kata @hanajuda
Temuan alat pelacak memunculkan kekhawatiran akan upaya pembungkaman kritik, sementara respons Idrus Marham dianggap ironis mengingat rekam jejaknya
Mahasiswa UI Bertemu Polisi yang Disebut Pernah Memukulnya, Netizen Kompak Soroti Pakaiannya
Video yang diklaim memperlihatkan mahasiswa UI bertemu kembali dengan polisi yang pernah memukulnya viral.
Video tersebut menjadi sorotan karena menampilkan adu argumen antara seorang mahasiswa berjaket kuning dengan pria berpakaian serba putih yang disebut sebagian pengguna media sosial sebagai anggota polisi yang menyamar.
Perbincangan mengenai mahasiswa UI dan polisi menyamar itu semakin ramai setelah sejumlah akun X mengunggah ulang potongan video yang sama dengan narasi berbeda-beda.