Intimidasi Berlanjut, Tyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak Kedua Kali di Ban Mobil

Senin 15 Jun 2026 - 13:40 WIB
Reporter : Bayu
Editor : Bima

Perkembangan di lapangan menunjukkan peningkatan aktivitas massa sejak pagi, dengan kehadiran ojol yang mulai ramai di sekitar lokasi.

Situasi ini mencerminkan keresahan publik atas berbagai isu ekonomi dan kebijakan yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil. 

BACA JUGA:KPK Tahan Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Titin Rita Lestari, Terlibat Dugaan Suap Pengaturan Audit

Dari unggahan X (Twitter) @tansuuuw pada Jumat, 12 Juni 2026, terlihat video ojol mulai berkumpul di sekitar lokasi.

"Ojol mulai terlihat ramai di sekitar lokasi. Apakah mereka juga akan ikut turun ke jalan hari ini?" tulis akun @tansuuuw.

Unggahan lain dari akun yang sama dengan lebih dari 30 ribu tayang menyatakan, "Mahasiswa, masyarakat sipil, hingga ojol dikabarkan akan turun dan bergabung hari ini."

Video yang menyertai menampilkan suasana lapangan dengan narasi kewaspadaan agar semua pihak stay safe dan saling menjaga. 

BACA JUGA:Membaca Yasin 3 Kali Menyambut Bulan Muharram, Lengkap dengan Niat, Doa, dan Dalil yang Perlu Diketahui

5 Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi Demo Jakarta Hari Ini

1. Menghentikan pemborosan APBN

Mahasiswa menuntut agar pemerintah segera menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dinilai tidak prioritas dan memberatkan keuangan negara.

2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

Tuntutan ini muncul sebagai respons langsung atas beban ekonomi masyarakat, khususnya kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak yang menyulitkan daya beli rakyat kecil termasuk ojol.

BACA JUGA:Mendikdasmen Klaim 43 Juta Murid Setuju MBG Dilanjutkan, 80,7 Persen Sudah Terima Manfaat

3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

Mahasiswa menilai program-program tersebut perlu dievaluasi ulang karena dianggap tidak efektif dan membebani anggaran negara di tengah kondisi ekonomi saat ini.

4. Menghentikan militerisme di ranah sipil

Tuntutan ini menyoroti kekhawatiran atas keterlibatan militer dalam urusan sipil yang dinilai berlebihan dan berpotensi melanggar prinsip demokrasi.

5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak

Mahasiswa mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab atas berbagai permasalahan yang terjadi dan menghentikan sikap mengelak dari kritik publik.

BACA JUGA:Kronologi Bentrok TNI vs Warga Lenteng Agung: Dorong, Pukul hingga Pengosongan Rumah Dini Hari

Tuntutan tersebut mencakup berbagai isu yang menjadi sorotan publik, meski detail lengkap masih terus berkembang di lapangan. 

Kategori :