Yen Jepang Kembali Melemah
Di Asia, mata uang Yen Jepang (JPY) justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Hal tersebut terjadi setelah Wakil Gubernur Bank of Japan (BOJ) menyampaikan bahwa bank sentral Jepang tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
Meskipun pasar sempat berharap adanya normalisasi kebijakan moneter yang lebih agresif, BOJ masih memilih pendekatan bertahap dan hati-hati.
Investor menilai bahwa:
* Kenaikan suku bunga BOJ belum cukup kuat untuk mendorong penguatan Yen secara signifikan.
* Pasar masih menunggu kejelasan kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan.
* Selisih suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat masih cukup lebar.
BACA JUGA:Iran vs Trump Makin Memanas, Blokade Kapal dan Pelabuhan Picu Krisis Energi!
Akibatnya, Yen masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.
Dolar AS Masih Stabil Menjelang The Fed
Nilai tukar dolar AS di pasar domestik tercatat:
* Kurs beli USD: Rp17.690
* Kurs jual USD: Rp17.780
Sementara beberapa mata uang utama lainnya diperdagangkan pada kisaran:
* Euro (EUR): Rp20.531 – Rp20.666
* Poundsterling (GBP): Rp23.740 – Rp23.894
* Dolar Singapura (SGD): Rp13.791 – Rp13.880
* Dolar Australia (AUD): Rp12.491 – Rp12.579
* Yuan China (CNY): Rp2.613 – Rp2.640
* Riyal Saudi (SAR): Rp4.709 – Rp4.742
* Yen Jepang (JPY): Rp110,18 – Rp111,01
Pergerakan Rupiah relatif lebih stabil dibanding beberapa pekan sebelumnya, terutama karena berkurangnya tekanan dari harga minyak dan meredanya risiko geopolitik.
BACA JUGA:Ultimatum 48 Jam Trump ke Iran: Selat Hormuz Terancam Ditutup Total, Dunia Waspada Krisis Energi
Harga Emas Masih Bertahan di Atas Level Penting