Prabowo Klaim Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pidato Terbaru Picu Spekulasi Netizen: Yang Kasih Wajan?

Rabu 24 Jun 2026 - 15:00 WIB
Reporter : Steve
Editor : Agus

Ibu Desi dan Ibu Yuyun dengan polos menjawab pertanyaan wartawan mengenai alasan kehadiran mereka. Keduanya mengakui senang ikut aksi karena mendapat uang Rp100 ribu.

Video berdurasi sekitar 1 menit 47 detik ini menunjukkan suasana aksi di Monas dengan latar belakang peserta lain yang membawa bendera dan spanduk. 

BACA JUGA:Kekayaan Bupati Kebumen Rp138 Miliar Sorot Publik, Suami Koruptor dan Anak di DPRD Jateng-Kebumen

Video tersebut diunggah ulang oleh akun @ardisatriawan pada Senin, 22 Juni 2026.

Dalam narasi video, @ardisatriawan menuliskan: “Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii. Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu. Terus ke media nasional pula. Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???”Komentar netizen beragam.

"Ya maklum mas, beliau aja bela-belain ikut gituan demi sedikit uang dan sembako, jd memang terlihat kualitasnya seperti apa. Bukan polos, tp memang nalarnya gak sampe aja, sama seperti yg menggerakkan ????. Kita gak boleh nyinyir sama ternakan pemerintah seperti ini," tulis @holycreature.

"Mas mas wartawannya juga happy banget dapet bahan berita yang potensi viral dan rame diliat orang," tulis @die_780.

BACA JUGA:Roy Suryo dan Dokter Tifa Masuk Tahap Penuntutan Kasus Ijazah Jokowi, Diserahkan ke Jaksel

"Koordinatornya emang bener gak briefing dulu ya? Isu sampah di Monas yang diangkat nasional, padahal di bawah liputannya ada kasus kekerasan perempuan di Rancaekek yang lebih penting wkwk. Parah sih si koordinator," tulis buzuzima0.

"Sama juga yang mahasewa itu bang, akhirnya ngaku dibayar gimana coba," tulis @raritek_.

“Hahahaha terima kasih Ibu Yuyun dan Ibu Desi yang sudah berkata jujur," tulis netizen.

BACA JUGA:Wulan Jadi Tersangka, Akui Bunuh Rozi demi Harta

Aksi di Monas ini dikaitkan dengan dukungan terhadap program MBG (kemungkinan Merah Putih atau program pemerintah terkait).

Kejadian ini memicu diskusi luas soal praktik mobilisasi massa menggunakan imbalan uang, terutama di kalangan masyarakat bawah yang rentan.

Banyak netizen menyoroti pentingnya edukasi dan peningkatan ekonomi agar tidak mudah dimanfaatkan untuk kepentingan politik. 

Dosen UGM Media Wahyudi Askar Kritik Keras Anggaran MBG Rp335 Triliun: Rakyat Masih Susah?

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga menjabat Direktur di Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Dr. Media Wahyudi Askar, menyampaikan kritik tajam terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kategori :