Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) bernama Abdi yang sempat bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana kini menjadi sorotan publik.
Beredar tudingan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampusnya menerima suap Rp300 juta dari uang rakyat, dengan Abdi disebut mendapatkan sekian persen dari jumlah tersebut.
Tudingan ini muncul setelah unggahan di akun X @bismillahyuk_, Unggahan tersebut menyertakan foto dan video Abdi saat berbicara di hadapan massa.
Dalam narasi video yang beredar, Abdi terlihat berbicara dengan menggunakan mikrofon sambil berdiri di tengah kerumunan, mengenakan kaos biru-putih.
BACA JUGA:Kekayaan Bupati Kebumen Rp138 Miliar Sorot Publik, Suami Koruptor dan Anak di DPRD Jateng-Kebumen
Salah satu tangkapan layar menunjukkan komentar netizen yang menyebutnya sebagai "ketua BEM FH UBK yang diterima wapres kemarin, dikasih uang 300 jt, namanya ABDI".
???? JUST IN: Ingat muka mahasiswa ini? Namanya Abdi, Mahasiswa UBK yg sempat bertemu Wapres Gibran di Istana.
— hot cocoa (@bismillahyuk_) June 22, 2026
Turns out, BEM mereka menerima uang suap dari uang Rakyat sebesar 300 juta.
IYA 300JUTAAA, DAN ABDI INI DAPET SEKIAN PERSENNYA. DUNIA UDAH GILAAA #IndonesiaGelap pic.twitter.com/POhmBwBZq2
Video lain menampilkan suasana malam dengan latar belakang pepohonan dan bangunan, di mana Abdi tampak sedang menyampaikan pernyataan.
Sebelumnya beredar pula informasi bahwa BEM FH UBK diduga menerima bayaran Rp20 juta untuk memindahkan titik aksi demonstrasi.
BACA JUGA:Viral! Perwira TNI Tegur Panitia Event Lari dengan Nada Tinggi, Kemudian Minta Maaf
Namun unggahan viral tersebut menyebut total suap mencapai Rp300 juta.
Hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi resmi dari pihak kampus atau lembaga penegak hukum mengenai kebenaran tudingan ini.
Netizen ramai bereaksi membanjiri postingan tersebut.
"gua sih kalo jadi mahasiswa marah banget ya bawa nama mahasiswa untuk kepentingan bem nya sendiri," tulis @afterbrix.
"Dari yang tadinya teriak-teriak di jalanan, eh malah ketemu Gibran trus dapet duit. Mahasiswa harapan bangsa katanya, eh malah harapan dompet sendiri," tulis @voctivrae.
Banyak yang menuntut agar kasus ini ditindaklanjuti serius agar tidak merusak citra gerakan mahasiswa.