BACAKORAN.CO – Musim kemarau menjadi tantangan besar bagi petani kelapa sawit. Curah hujan yang rendah membuat tanah kehilangan kelembapan sehingga penyerapan unsur hara tidak berlangsung optimal. Jika pemupukan dilakukan dengan cara yang kurang tepat, tanaman berisiko mengalami stres, produksi tandan buah segar (TBS) menurun, bahkan mengalami trek atau berhenti berbuah sementara.
Para ahli agronomi menyarankan penggunaan jenis pupuk yang mampu bekerja lebih efektif di kondisi tanah kering.
Selain memenuhi kebutuhan unsur hara, pupuk yang tepat juga membantu menjaga kelembapan tanah, memperkuat akar, dan mempertahankan produktivitas tanaman selama musim kemarau.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit di Sumatera Hari Ini, Sabtu 27 Juni 2026, Provinsi Mana yang Paling Tinggi?
Rekomendasi 5 Pupuk Sawit Terbaik Saat Musim Kemarau
Jenis Pupuk Fungsi Utama Keunggulan Saat Kemarau
NPK Slow-Release Menyediakan N, P, dan K secara bertahap Nutrisi tidak cepat menguap dan lebih efisien diserap akar
Pupuk Organik Cair/Granul Memperbaiki struktur tanah Menahan air lebih lama dan meningkatkan aktivitas mikroba
Rock Phosphate Menambah unsur fosfor Stabil di cuaca panas dan merangsang pertumbuhan akar
Dolomit Menambah magnesium dan kalsium Menjaga pH tanah serta meningkatkan fotosintesis
Pupuk Mikro Borate Memenuhi kebutuhan boron Membantu pembentukan bunga dan tandan buah
1. Pupuk NPK Slow-Release
Pupuk ini menjadi pilihan utama saat musim kemarau. Teknologi pelepasan terkendali membuat unsur Nitrogen, Fosfor, dan Kalium dilepas secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman.
BACA JUGA:Rusuh di Kebun Sawit PT BCP, Terdengar Rentetan Letusan Senjata, Satu Tewas dan Tiga Luka Tembak
Berbeda dengan pupuk cepat larut, NPK slow-release tidak mudah menguap ketika kelembapan tanah rendah.
Kandungan kalium yang tinggi juga membantu tanaman menghemat penggunaan air selama periode kering.
Kelebihan:
- Nutrisi bertahan lebih lama.
- Risiko kehilangan unsur hara lebih kecil.
- Cocok untuk musim kemarau.