Kekurangan:
Jangan Asal Tabur! Ini 5 Pupuk Sawit Terbaik Saat Musim Kemarau Agar Buah Tetap Lebat dan Pohon Tak Alami Trek
- Harga relatif lebih mahal dibanding pupuk biasa.
- Efektivitas tetap dipengaruhi kelembapan tanah.
BACA JUGA:Indonesia Pertimbangkan Sanksi untuk 10 Perusahaan Sawit Terkait Manipulasi Faktur Ekspor
2. Pupuk Organik Cair atau Granul
Pupuk organik membantu memperbaiki kondisi tanah secara alami. Bahan organik bekerja seperti spons yang mampu menyimpan air lebih lama di sekitar perakaran.
Selain itu, pupuk organik meningkatkan populasi mikroorganisme yang membantu penyerapan unsur hara.
Kelebihan:
- Meningkatkan kapasitas tanah menyimpan air.
- Memperbaiki struktur tanah.
- Aman digunakan dalam jangka panjang.
Kekurangan:
- Kandungan unsur hara lebih rendah.
- Hasilnya tidak secepat pupuk kimia.
BACA JUGA:Buset! Pemerintah Siapkan Rp 40 Triliun Untuk Industri Pengolahan Perkebunan, DIY Jadi Role Model
3. Rock Phosphate
Rock Phosphate merupakan sumber fosfor alami yang sangat stabil. Pupuk ini tidak mudah rusak akibat suhu tinggi.
Fungsinya membantu pembentukan akar baru sehingga tanaman lebih siap menyerap air ketika musim hujan kembali datang.
Kelebihan:
- Tidak mudah menguap.
- Aman untuk tanah.
- Memperkuat sistem perakaran.
Kekurangan:
- Pelepasan fosfor berlangsung lebih lambat.
- Kurang efektif pada tanah dengan pH tinggi.
BACA JUGA:Harga Sawit Naik, Warga Tergiur Mencuri Ratusan Tandan Dari Perkebunan
4. Dolomit
Dolomit memiliki kandungan magnesium dan kalsium yang dibutuhkan tanaman sawit.
Magnesium berperan dalam proses fotosintesis. Sementara kalsium membantu memperkuat jaringan tanaman dan mengurangi kerontokan buah.
Dolomit juga membantu menetralkan tanah yang terlalu asam.
Kelebihan:
- Menstabilkan pH tanah.
- Mencegah daun menguning.
- Memperkuat pertumbuhan tanaman.