Kekurangan:
Jangan Asal Tabur! Ini 5 Pupuk Sawit Terbaik Saat Musim Kemarau Agar Buah Tetap Lebat dan Pohon Tak Alami Trek
- Tidak menggantikan fungsi pupuk NPK.
- Perlu disesuaikan dengan hasil analisis tanah.
5. Pupuk Mikro Borate
Meski dibutuhkan dalam jumlah sedikit, unsur boron sangat penting bagi kelapa sawit.
Kekurangan boron dapat menyebabkan daun keriput, bunga gagal berkembang, hingga produksi tandan menurun.
Pemberian pupuk borate secara rutin membantu pembentukan buah yang lebih optimal.
Kelebihan:
- Mendukung pembentukan bunga.
- Mengurangi risiko buah abnormal.
- Meningkatkan produktivitas.
Kekurangan:
- Dosis harus tepat.
- Pemberian berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Tips Pemupukan Sawit Saat Musim Kemarau
Agar pupuk bekerja lebih maksimal, para ahli agronomi menyarankan beberapa langkah berikut:
- Gunakan metode benam (pocketing) agar pupuk tidak mudah menguap.
- Buat empat lubang kecil di sekitar piringan tanaman.
- Tutup kembali pupuk dengan tanah setelah diaplikasikan.
- Lakukan pemupukan pada pagi atau sore hari.
- Hindari pemupukan saat matahari sangat terik.
- Gunakan pelepah sawit atau janjang kosong sebagai mulsa untuk menjaga kelembapan tanah.
Mana yang Paling Direkomendasikan?
Tidak ada satu jenis pupuk yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan tanaman. Pendekatan terbaik adalah mengombinasikan pupuk makro, pupuk organik, dan unsur hara mikro sesuai umur tanaman serta kondisi lahan.
Bagi tanaman menghasilkan ™, kombinasi NPK slow-release, dolomit, dan borate sering menjadi pilihan utama karena mampu menjaga produktivitas tandan buah selama musim kemarau.
Sementara pada lahan yang mulai miskin bahan organik, penambahan pupuk organik sangat dianjurkan agar struktur tanah tetap baik dan mampu menyimpan air lebih lama.
Dengan pemilihan pupuk yang tepat serta teknik aplikasi yang benar, tanaman kelapa sawit dapat tetap produktif meski menghadapi musim kemarau yang panjang.