BACAKORAN.CO - Harga rumah di Indonesia terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan harga tanah, biaya material bangunan, hingga meningkatnya permintaan membuat harga hunian semakin sulit dijangkau, terutama oleh masyarakat dengan penghasilan menengah.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar, apakah seseorang dengan gaji Rp5 juta per bulan masih memiliki peluang untuk membeli rumah?
Jawabannya masih memungkinkan, tetapi dengan sejumlah syarat dan perencanaan keuangan yang matang.
BACA JUGA:Polisi Muda Tertipu Investasi Bodong, Rugi Rp 20 Juta, Pelakunya Wanita
Salah satu prinsip yang umum digunakan oleh perbankan adalah besaran cicilan rumah ideal tidak melebihi 30 hingga 35 persen dari total pendapatan bulanan.
Dengan penghasilan Rp5 juta, maka cicilan yang disarankan berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp1,75 juta setiap bulan.
Sebagai simulasi, apabila seseorang membeli rumah seharga Rp250 juta dengan uang muka atau down payment (DP) sebesar 10 persen, maka nilai pinjaman yang diajukan menjadi sekitar Rp225 juta.
Jika tenor kredit dipilih selama 20 tahun dengan suku bunga efektif rata-rata sekitar 7 hingga 8 persen per tahun, estimasi cicilan bulanannya berada di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp1,9 juta.
BACA JUGA:AWAS! Jangan Sampai Salah Cara Daftar PPG Calon Guru 2026, Simak Panduan Lengkapnya
BACA JUGA:3 Tahapan Penting Lolos PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026! Simak Jadwal hingga Tips Persiapannya
Nominal tersebut memang cukup mendekati batas ideal bagi pemilik gaji Rp5 juta. Artinya, pembelian rumah masih dapat dilakukan selama pengeluaran rutin lainnya tetap terkendali.
Sebaliknya, jika harga rumah mencapai Rp400 juta ke atas, cicilan yang harus dibayar setiap bulan akan meningkat cukup signifikan sehingga berpotensi membebani kondisi keuangan.
Karena itu, memilih rumah sesuai kemampuan menjadi langkah yang sangat penting.
Banyak pengembang saat ini menawarkan rumah subsidi maupun rumah komersial dengan harga yang masih relatif terjangkau, khususnya di wilayah penyangga kota besar.
BACA JUGA:5 Usaha Rumahan yang Menjanjikan, Modal Bersahabat tapi Peluang Cuan Terus Mengalir
Lokasi yang sedikit lebih jauh dari pusat kota sering kali menawarkan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan kawasan perkotaan.
Selain menentukan harga rumah, calon pembeli juga perlu mempersiapkan dana DP, biaya administrasi, biaya notaris, pajak, hingga dana darurat.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menghabiskan seluruh tabungan hanya untuk DP sehingga tidak memiliki cadangan dana setelah proses pembelian selesai.
Bagi pekerja bergaji Rp5 juta, meningkatkan peluang memiliki rumah juga bisa dilakukan dengan memperpanjang tenor kredit.
BACA JUGA:Membedakan Gejala Flu Biasa dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Deteksi Dini Sebelum Fatal
Walaupun total bunga yang dibayarkan menjadi lebih besar, cicilan bulanan akan terasa lebih ringan sehingga arus kas tetap sehat.
Opsi lain adalah membeli rumah subsidi yang menawarkan bunga tetap dan cicilan lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tidak kalah penting, menjaga riwayat kredit juga menjadi faktor utama. Bank akan melihat kemampuan membayar cicilan melalui histori pinjaman, penghasilan tetap, serta rasio utang yang dimiliki calon debitur.
Oleh karena itu, menghindari tunggakan pinjaman maupun penggunaan kartu kredit secara berlebihan dapat meningkatkan peluang pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) disetujui.
BACA JUGA:Pagi Tanpa Gula Seni Metabolisme dan Membakar Lemak Tubuh Lewat Segelas Teh Hijau Murni
BACA JUGA:Seribu Pohon Hijaukan Pemakaman Swadaya Talang Jambe
Di sisi lain, menambah penghasilan melalui pekerjaan sampingan atau usaha kecil juga menjadi strategi yang banyak dilakukan generasi muda saat ini.
Tambahan pendapatan dapat digunakan untuk memperbesar tabungan DP atau mempercepat pelunasan cicilan sehingga beban bunga menjadi lebih rendah.
Meski harga rumah terus meningkat dari tahun ke tahun, peluang memiliki hunian belum sepenuhnya tertutup bagi pekerja dengan gaji Rp5 juta.
Kuncinya terletak pada kemampuan mengelola keuangan, memilih rumah sesuai kemampuan, menyiapkan dana awal, serta memanfaatkan program pembiayaan yang tersedia.
Dengan perencanaan yang disiplin dan realistis, impian memiliki rumah tetap bisa diwujudkan meski di tengah tren kenaikan harga properti.