Kesalahan Beli Reksadana, Kenapa Investor Masih Rugi?

Kamis 09 Jul 2026 - 11:20 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Kesalahan berikutnya adalah hanya melihat tingkat keuntungan masa lalu (historical return).

Banyak investor langsung membeli produk yang mencatatkan return tertinggi tanpa memperhatikan risiko, strategi investasi, maupun konsistensi kinerja manajer investasi.

Padahal, kinerja masa lalu tidak dapat dijadikan jaminan bahwa hasil yang sama akan terjadi pada masa mendatang.

Kondisi ekonomi dan pasar dapat berubah sewaktu-waktu sehingga memengaruhi hasil investasi.

BACA JUGA:Harga Emas Turun, Saatnya Borong? Ini 5 Cara Cerdas Investasi Emas agar Untung Maksimal

Panik Saat Nilai Investasi Turun

Pergerakan NAB yang menurun sering membuat investor panik lalu menjual seluruh unit reksadana.

Padahal, penurunan harga merupakan bagian dari siklus pasar yang normal. Jika investor menjual saat pasar sedang turun, kerugian yang sebelumnya masih bersifat sementara dapat berubah menjadi kerugian yang benar-benar terealisasi.

Banyak perencana keuangan menyarankan agar keputusan investasi tidak didasarkan pada emosi, melainkan pada tujuan keuangan dan jangka waktu investasi.

Tidak Melakukan Diversifikasi

Sebagian investor hanya menempatkan seluruh dana pada satu produk reksadana.

BACA JUGA:Investasi Emas vs Saham: Mana Lebih Untung untuk 5 Tahun ke Depan?

Strategi tersebut membuat portofolio menjadi lebih rentan terhadap perubahan kondisi pasar.

Diversifikasi atau penyebaran investasi ke beberapa jenis aset dapat membantu mengurangi risiko apabila salah satu instrumen mengalami penurunan.

Diversifikasi dapat dilakukan dengan mengombinasikan reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, maupun saham sesuai profil risiko masing-masing investor.

Jarang Mengevaluasi Portofolio

Investasi bukan berarti membeli lalu dibiarkan tanpa evaluasi.

Perubahan kondisi ekonomi, suku bunga, inflasi, maupun kebijakan moneter dapat memengaruhi kinerja reksadana.

Karena itu, investor perlu melakukan peninjauan portofolio secara berkala untuk memastikan produk yang dimiliki masih sesuai dengan tujuan investasi.

Kategori :