BACAKORAN.CO - Mengisi ban motor menggunakan nitrogen sudah menjadi pilihan banyak pengendara, terutama di kota-kota besar.
Tak sedikit pula bengkel maupun SPBU yang menyediakan layanan isi nitrogen dengan biaya tertentu.
Bersamaan dengan popularitasnya, muncul anggapan bahwa ban yang diisi nitrogen mampu membuat konsumsi bahan bakar (BBM) motor menjadi jauh lebih hemat dibanding menggunakan angin biasa.
Lantas, benarkah anggapan tersebut? Jawabannya adalah tidak sepenuhnya benar.
BACA JUGA:Truk Sawit Terguling, Satu Siswi Tewas Tertimbun Buah, 9 Luka-luka
Klaim bahwa nitrogen secara langsung membuat motor jauh lebih irit BBM merupakan mitos jika tidak disertai penjelasan teknis yang tepat.
Pada dasarnya, udara biasa yang digunakan untuk mengisi ban sebenarnya sudah mengandung sekitar 78 persen nitrogen, sementara sisanya terdiri dari oksigen, uap air, dan gas lainnya.
Sementara nitrogen yang dijual untuk ban memiliki tingkat kemurnian yang jauh lebih tinggi, umumnya di atas 95 persen.
BACA JUGA:Dolar AS Melemah Usai Inflasi Turun, Rupiah Berpeluang Menguat di Tengah Outlook Stabil Indonesia
BACA JUGA:Voucher Perdana Senilai Rp 492 Juta Dilaporkan Hilang, Eh Ternyata Pelakunya Manager Gerai Indosat
Keunggulan utama nitrogen bukan terletak pada kemampuannya menghemat BBM secara langsung, melainkan karena gas ini lebih stabil terhadap perubahan suhu.
Nitrogen juga memiliki kandungan uap air yang jauh lebih sedikit sehingga tekanan udara di dalam ban cenderung lebih konsisten dalam jangka waktu lebih lama.
Tekanan ban yang stabil inilah yang sering dikaitkan dengan efisiensi bahan bakar.
BACA JUGA:Yuk Moms, Coba Resep Tori Tamago Sando ala Devina Hermawan: Solusi Praktis Ide Bekal Anak
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 14 Juli 2026: Turun Rp20.000, Cek Rincian Lengkap per Gram
Ketika tekanan ban selalu berada pada angka yang direkomendasikan pabrikan, hambatan gulir atau rolling resistance menjadi lebih rendah.
Akibatnya, mesin tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menggerakkan kendaraan sehingga konsumsi BBM dapat tetap optimal.
Sebaliknya, ban yang kekurangan tekanan akan meningkatkan gesekan dengan permukaan jalan.
BACA JUGA:Membedakan Gejala Flu Biasa dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Deteksi Dini Sebelum Fatal
Kondisi ini membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar sehingga konsumsi bahan bakar bisa meningkat.
Namun, efek tersebut sebenarnya tidak hanya berlaku pada ban berisi nitrogen, melainkan juga ban yang menggunakan angin biasa selama tekanan udaranya dijaga sesuai standar.
Artinya, faktor yang paling berpengaruh terhadap efisiensi BBM bukanlah jenis gas yang digunakan untuk mengisi ban, melainkan tekanan ban yang selalu ideal.
BACA JUGA:Slow Living, Gaya Hidup Sederhana untuk Kurangi Stres Sehari-hari
Selain menjaga tekanan tetap stabil, nitrogen memang memiliki beberapa kelebihan lain.
Kandungan oksigen yang lebih rendah membantu mengurangi potensi oksidasi pada bagian dalam ban maupun pelek.
Selain itu, laju penurunan tekanan udara umumnya sedikit lebih lambat dibanding angin biasa sehingga pengendara tidak perlu terlalu sering menambah tekanan ban.
Keunggulan tersebut membuat nitrogen banyak digunakan pada kendaraan balap, pesawat terbang, hingga kendaraan komersial yang membutuhkan kestabilan tekanan ban dalam berbagai kondisi operasi.
BACA JUGA:Waspada Sebelum Deal! Begini Cara Memilih Mobil Listrik Bekas Berkualitas
BACA JUGA:Cara Membuka Rekening Tabungan Anak Sejak Dini untuk Persiapan Dana Pendidikan Masa Depan
Meski demikian, bagi penggunaan motor harian, perbedaan performa antara nitrogen dan angin biasa sebenarnya tidak terlalu signifikan apabila pemilik kendaraan rutin memeriksa tekanan ban setiap satu hingga dua minggu sekali.
Banyak mekanik juga menilai bahwa pengendara sering kali salah mengartikan manfaat nitrogen.
Ketika setelah mengisi nitrogen konsumsi BBM terasa lebih baik, penyebab utamanya biasanya karena ban baru saja diisi hingga tekanan kembali sesuai standar.
BACA JUGA:Kesurupan Bukan Selalu Ulah Gaib, Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Efek yang sama sebenarnya juga bisa diperoleh jika ban diisi menggunakan angin biasa dengan tekanan yang tepat.
Selain tekanan ban, konsumsi BBM motor lebih banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti gaya berkendara, kondisi lalu lintas, beban kendaraan, kualitas bahan bakar, kondisi mesin, filter udara, hingga perawatan berkala.
Karena itu, mengandalkan nitrogen sebagai satu-satunya cara menghemat BBM tentu kurang tepat.
BACA JUGA:Rumah Makin Mahal, Mimpi Punya Hunian dengan Gaji Rp5 Juta Masih Masuk Akal?
BACA JUGA:Anti Gagal! Ini Resep dan Cara Membuat Bika Ambon Pandan Asli ala Rumahan, Tekstur Kenyal Bersarang
Pengendara tetap perlu menerapkan kebiasaan berkendara yang efisien, menjaga servis rutin, menggunakan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, serta menghindari akselerasi dan pengereman yang berlebihan.
Kesimpulannya, anggapan bahwa mengisi ban motor dengan nitrogen dapat membuat konsumsi BBM menjadi jauh lebih irit merupakan mitos jika dipahami secara mutlak.
Fakta yang sebenarnya adalah nitrogen membantu menjaga tekanan ban tetap stabil lebih lama.
BACA JUGA:Seni Mengubah Sudut Hunian Menjadi Episentrum Kerja yang Estetik dan Inspiratif
BACA JUGA:Cuan Besar Selalu Berisiko? Ini Fakta Instrumen Keuangan yang Perlu Diketahui
Tekanan ban yang ideal memang dapat mendukung efisiensi bahan bakar, tetapi manfaat tersebut juga dapat diperoleh dari angin biasa selama tekanan ban selalu dijaga sesuai standar.
Dengan kata lain, yang paling menentukan hemat atau tidaknya BBM adalah kondisi ban dan cara berkendara, bukan semata-mata jenis gas yang digunakan untuk mengisi ban.