Rupiah Menguat, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia
BACAKORAN.CO, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat dan ditutup di sekitar level Rp17.900 per USD pada perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut terjadi setelah rupiah sempat mendekati level Rp18.000 per dolar AS pada sesi perdagangan sebelumnya.
Pelaku pasar kini mencermati pertemuan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menjadi salah satu katalis utama pergerakan rupiah.
Pasar secara luas memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 6 persen.
Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut muncul ketika rupiah masih menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar global.
Sebelumnya, antara Mei dan Juni, BI disebut telah menaikkan biaya pinjaman secara kumulatif sebesar 100 basis poin untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga stabilitas keuangan.
BACA JUGA:4 Mobil Bekas yang Harganya Terus Naik di Juli 2026 Jangan Salah Beli, Cocok Buat Investasi
Dolar AS Sentuh Level Terkuat dalam Sepekan
Di pasar global, dolar AS menguat dan menyentuh level terkuat dalam satu minggu terakhir terhadap sejumlah mata uang utama.
Penguatan USD didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau Treasury yields serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Kondisi tersebut terjadi seiring kembali meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah.
Ketidakpastian geopolitik mendorong investor meningkatkan kepemilikan aset yang dianggap lebih aman, salah satunya dolar AS.
Penguatan Treasury yields juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar bagi investor global.
BACA JUGA:Jangan Tunggu Kaya! Begini Panduan Investasi untuk Pemula Bermodal Minim
Harga Minyak Naik, Pasar Khawatir Inflasi Kembali Meningkat
Kenaikan harga minyak dunia turut menjadi faktor yang diperhatikan oleh pasar keuangan.
Harga minyak mentah atau Crude Oil tercatat berada di level 84,71.