Investor biasanya meningkatkan kepemilikan emas ketika menghadapi risiko geopolitik, ketidakpastian ekonomi, atau kekhawatiran terhadap volatilitas pasar keuangan.
BACA JUGA:Merasa Investasi Selalu Boncos? Mungkin Anda Masih Melakukan Hal Ini
Daftar Kurs Mata Uang Hari Ini
Berikut kurs indikatif berdasarkan data yang tersedia:
Mata Uang Bank Buy Bank Sell
USD Rp17.880 Rp17.950
SGD Rp13.822 Rp13.919
HKD Rp2.274,86 Rp2.292,15
CHF Rp21.965 Rp22.131
JPY Rp109,36 Rp110,25
CAD Rp12.659 Rp12.747
CNY Rp2.632,74 Rp2.662,85
THB Rp527,93 Rp535,31
SAR Rp4.753,28 Rp4.788,67
KRW Rp11,98 Rp12,39
MYR Rp4.355,56 Rp4.402,25
GBP Rp23.898 Rp24.065
AUD Rp12.513 Rp12.608
NZD Rp10.409 Rp10.493
EUR Rp20.359 Rp20.504
Kurs bank dapat berbeda antara satu bank dan penyedia layanan valuta asing. Nilai tukar juga dapat berubah mengikuti perkembangan pasar sepanjang hari.
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Diprediksi Bergerak di Rp17.920-Rp18.020 per Dolar AS, Pasar Cermati Keputusan BI
Pergerakan Mata Uang Global
Berikut sejumlah nilai tukar mata uang terhadap USD berdasarkan data pasar yang tersedia:
Mata Uang Bank Buy Bank Sell
SGD 1,2921 1,2910
HKD 7,8509 7,8397
CHF 0,8130 0,8119
JPY 163,28 162,97
CAD 1,4107 1,4096
CNY 6,7836 6,7483
THB 33,8300 33,5660
SAR 3,7574 3,7526
KRW 1.490,05 1.449,85
MYR 4,1005 4,0820
GBP 1,3381 1,3392
AUD 0,7006 0,7017
NZD 0,5828 0,5839
EUR 1,1400 1,1411
Prospek Rupiah Setelah Keputusan BI
Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan kebijakan Bank Indonesia dan arah komunikasi bank sentral mengenai prospek suku bunga.
Apabila BI menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi pasar, kebijakan tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap rupiah.
Namun, kekuatan dolar AS, kenaikan Treasury yields, harga minyak, dan perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor eksternal yang perlu diperhatikan.
Jika ketegangan global terus meningkat, permintaan terhadap aset safe haven berpotensi menjaga dolar AS tetap kuat.
Sebaliknya, apabila kondisi geopolitik mereda dan tekanan terhadap inflasi global berkurang, tekanan terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah berpotensi mereda.