BACAKORAN.CO - Mobil bekas masih menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia karena menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan mobil baru.
Namun, harga murah bukan berarti selalu menguntungkan.
Tidak sedikit calon pembeli yang tergiur dengan banderol rendah, tetapi akhirnya harus mengeluarkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar setelah kendaraan digunakan.
Dalam transaksi mobil bekas, kondisi kendaraan menjadi faktor yang jauh lebih penting dibandingkan harga semata.
BACA JUGA:Prabowo Mainkan Kartu 'Londo Ireng', Ferdinand: Strategi Intelijen Politik?
Mobil yang terlihat bersih di bagian luar belum tentu memiliki kondisi mesin, rangka, atau sistem kelistrikan yang sehat.
Oleh karena itu, pembeli perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum memutuskan membawa pulang kendaraan incaran.
Berikut lima tanda mobil bekas yang sebaiknya diwaspadai karena berpotensi membutuhkan biaya perbaikan besar.
BACA JUGA:Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Simak Pergerakan Kurs dan Harga Emas Hari Ini
BACA JUGA:7 Manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang Jarang Disadari, Nomor 5 Bisa Selamatkan Masa Depan!
1. Mesin Mengeluarkan Suara Kasar
Mesin merupakan komponen paling vital pada sebuah mobil.
Jika saat dinyalakan terdengar bunyi kasar, ketukan logam, atau suara yang tidak wajar, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya masalah pada komponen internal mesin.
Kerusakan seperti piston, bearing, hingga sistem pelumasan dapat memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit.