BACAKORAN.CO - Banyak masyarakat masih menganggap investasi properti sebagai pilihan yang hampir selalu menghasilkan keuntungan.
Anggapan tersebut muncul karena harga tanah dan bangunan dinilai cenderung naik dari tahun ke tahun.
Tidak sedikit orang yang membeli rumah, apartemen, atau ruko dengan harapan memperoleh keuntungan besar di masa depan.
Namun, kenyataannya investasi properti tidak selalu berjalan sesuai harapan.
BACA JUGA:5 Syarat Validitas Data Agar Tunjangan Guru 2026 Cair Cepat Tanpa Kendala: Simak Caranya
BACA JUGA:Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Mendadak, Prabowo Beri Respons Mengejutkan Ini
Jika salah memilih lokasi, jenis properti, maupun skema pembiayaan, aset tersebut justru dapat berubah menjadi beban keuangan dalam jangka panjang.
Para pengamat properti menilai bahwa kenaikan nilai properti tidak terjadi secara merata.
Beberapa kawasan memang mengalami perkembangan pesat sehingga harga jual meningkat signifikan.
Sebaliknya, ada pula wilayah yang pertumbuhan ekonominya lambat sehingga harga properti cenderung stagnan bahkan sulit dijual kembali.
BACA JUGA:Membara! Bentrok Dua Kelompok Warga di Matraman dan Menteng, Diduga Dipicu Penolakan Bayar Nasi Uduk
Kondisi ini sering kali tidak disadari oleh pembeli yang hanya tergiur harga promo atau janji keuntungan dari pengembang.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membeli properti tanpa memperhitungkan kemampuan finansial.
Banyak orang mengambil cicilan dengan tenor panjang agar angsuran terlihat ringan.