BACAKORAN.CO - pertengahan tahun 2026, olahraga lari kembali menunjukkan popularitas yang terus meningkat di berbagai daerah.
Jika sebelumnya maraton identik dengan atlet profesional, kini kategori lari 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K) menjadi pilihan utama masyarakat dari berbagai kalangan.
Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga, semakin banyak yang menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus aktivitas sosial yang menyenangkan.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya penyelenggaraan lomba lari di berbagai kota.
BACA JUGA:Piala AFF 2026: Kalah dalam Head to Head, Indonesia Butuh Menang di Jalan Besar
BACA JUGA:Ketubean Sungai Musi Picu Warga Berburu Ikan Massal
Hampir setiap akhir pekan terdapat agenda fun run, city run, hingga charity run yang menawarkan kategori 5K dan 10K.
Jarak tersebut dinilai ideal karena cukup menantang bagi pelari pemula, namun tetap dapat diselesaikan dengan latihan yang konsisten tanpa memerlukan persiapan seberat maraton penuh.
Selain kompetisi, pertumbuhan komunitas lari juga menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat masyarakat.
Banyak komunitas yang mengadakan latihan rutin di ruang terbuka seperti taman kota, stadion, hingga kawasan car free day.
BACA JUGA:Cibir Pasien BPJS, Dokter Elda Putri Rahardini dan Perawat Widhiyarini Minta Maaf usai Yurizal Wafat
BACA JUGA:Kisah Pilu Yurizal: Dari Curhat Threads hingga Meninggal Dunia, Publik Kecam Oknum Dokter dan Nakes
Kehadiran komunitas membuat aktivitas olahraga menjadi lebih menyenangkan karena peserta dapat saling memberikan motivasi, berbagi pengalaman, serta membangun relasi baru.
Media sosial turut berperan besar dalam mendorong tren ini.
Banyak pelari membagikan pencapaian mereka, mulai dari catatan waktu, jumlah langkah, hingga foto saat mengikuti perlombaan.