Mengapa Rupiah Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini?
BACAKORAN.CO – Rupiah menguat ke kisaran Rp17.900 per dolar AS setelah sentimen global membaik akibat optimisme negosiasi Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz. Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dari perkiraan turut memberikan dorongan positif terhadap pergerakan mata uang Garuda.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang berpotensi kembali diperketat apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
Mengapa Dolar AS Masih Tertekan?
Dolar Amerika Serikat masih bergerak melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia.
Pelemahan tersebut dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mengenai Selat Hormuz.
Harapan tercapainya kesepakatan dinilai mampu mengurangi risiko gangguan pasokan energi global sehingga harga minyak dunia mengalami penurunan.
Turunnya harga minyak juga diperkirakan dapat menekan tekanan inflasi global.
BACA JUGA:Rupiah Tertekan! Neraca Dagang Defisit, Yen Bikin Pasar Geger
Bagaimana Sikap The Fed?
Meski dolar melemah, sejumlah pejabat The Fed masih memberikan sinyal kebijakan moneter yang cenderung ketat.
Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, menilai bank sentral AS perlu mulai menaikkan suku bunga secara bertahap untuk mengendalikan inflasi yang masih tinggi.
Sementara itu, anggota Dewan Gubernur The Fed, Lisa Cook, juga menegaskan kesiapannya mendukung kenaikan suku bunga apabila laju inflasi belum menunjukkan perlambatan sesuai target.
Pernyataan tersebut menjadi faktor yang berpotensi membatasi pelemahan dolar dalam jangka pendek.
BACA JUGA:Kurs Dolar Hari Ini: Rupiah Menguat ke Rp18.060 usai The Fed Tahan Suku Bunga
Mengapa Rupiah Menguat?
Rupiah memperoleh dukungan dari kombinasi sentimen global dan domestik.
Beberapa faktor yang mendorong penguatan rupiah antara lain:
Optimisme negosiasi AS dan Iran.