Update BMKG per Agustus 2026: Risiko Kesehatan akibat Cuaca Ekstrem (terutama El Niño kuat + musim kemarau)
BACAKORAN.CO - Saat ini (awal Agustus 2026), Indonesia sedang menghadapi El Niño kuat yang diprediksi bertahan hingga awal 2027, bertepatan dengan puncak musim kemarau (Juli–September 2026, dominan Agustus). Kondisi ini memicu cuaca ekstrem kering, suhu panas, kualitas udara memburuk, dan potensi karhutla, yang secara langsung meningkatkan risiko kesehatan masyarakat.
Perubahan cuaca yang sulit diprediksi menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.
Dalam satu hari, cuaca bisa berganti dari panas terik menjadi hujan deras hanya dalam hitungan jam.
Kondisi tersebut membuat tubuh harus beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan suhu dan kelembapan udara.
Jika daya tahan tubuh sedang menurun, risiko terkena flu, batuk, demam, hingga infeksi saluran pernapasan dapat meningkat.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke Rp17.900, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
BACA JUGA:Kebakaran Bromo Meluas 70 Hektare, Ini Fakta di Balik Siklus Api yang Tak Kunjung Berhenti
Menjaga sistem imun menjadi langkah penting agar tubuh tetap sehat dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain mengonsumsi makanan bergizi, pola hidup sehat juga berperan besar dalam memperkuat pertahanan alami tubuh.
Berikut tujuh tips yang dapat diterapkan untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu.
1. Konsumsi makanan bergizi seimbang
Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein, serta makanan yang mengandung vitamin dan mineral.
BACA JUGA:5 Minuman Segar Alami Penurun Kolesterol yang Mudah Dibuat di Rumah: Lezat dan Menyehatkan!
BACA JUGA:Honda EM1 e: Motor Listrik Hemat Biaya, Praktis, dan Stylish untuk Anak Kota!
Nutrisi yang cukup membantu tubuh memproduksi sel imun sehingga mampu melawan berbagai penyakit.