BACAKORAN.CO – Fenomena El Nino semakin menguat di tengah musim kemarau 2026. Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat memperbesar risiko berkurangnya curah hujan, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga menurunnya ketersediaan air di sejumlah wilayah Indonesia.
Data terbaru BMKG menunjukkan kondisi yang cukup signifikan. Pada Dasarian I Agustus 2026, 90,79% wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, sementara sekitar 76,5% wilayah atau 535 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Sebanyak 87,28% wilayah juga mengalami sifat hujan di bawah normal.
BACA JUGA:Ini Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga di Tengah Serbuan El Nino
El Nino 2026 Semakin Kuat
Perkembangan El Nino saat ini menunjukkan penguatan yang cukup tajam.
BMKG mencatat nilai anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 pada Dasarian I Agustus mencapai +2,77°C, meningkat dari +2,20°C pada Juli 2026. Kondisi tersebut dikategorikan sebagai El Nino dengan intensitas sangat kuat.
Perkembangan ini juga sejalan dengan pemantauan NOAA. Dalam pembaruan 13 Agustus 2026, NOAA menyatakan El Nino menguat dan peluang terjadinya episode sangat kuat pada musim gugur hingga musim dingin 2026–2027 di belahan bumi utara melebihi 90%.
Artinya, masyarakat Indonesia perlu mewaspadai dampak lanjutan terhadap pola hujan dan ketersediaan air.
BACA JUGA:Bersiap Antisipasi Darurat Pangan Gegara El Nino, 4 Daerah Ini Harus Gercep Tanam Padi
Mengapa El Nino Membuat Indonesia Lebih Kering?
El Nino merupakan fenomena perubahan sistem laut dan atmosfer di kawasan Pasifik tropis.
Ketika El Nino berkembang, suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Pasifik tropis menghangat. Pola angin dan distribusi pembentukan awan pun ikut berubah.
Bagi Indonesia, kondisi tersebut dapat membuat pembentukan awan hujan berkurang. BMKG menjelaskan bahwa fase El Nino meningkatkan risiko kekeringan di Indonesia karena hujan dan aktivitas awan bergeser menjauh dari wilayah Indonesia.
Namun, El Nino tidak berarti seluruh wilayah Indonesia otomatis tidak mengalami hujan. Dampaknya berbeda menurut wilayah, musim, kondisi atmosfer, dan faktor iklim lainnya.
BACA JUGA:Peringatan Dini BMKG 16 Agustus 2026: Daftar 13 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Musim Kemarau 2026 Berpotensi Lebih Kering
Sejak pertengahan 2026, BMKG telah mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Dalam pemutakhiran Juni, BMKG juga memperkirakan peluang El Nino intensitas kuat mencapai 62%.