“Jepang: gempa-pm langsung muncul ngasih arahan. Indonesia: gempa-buka ig- ‘oh ternyata pemerintah udah merespon yak’,” tulis @reyuasp.
Akun lain, @mintandmorrow, menambahkan: “Negara luar PM-nya siaran langsung pasang muka panik & sigap, di sini empati bencana cuma sekelas postingan admin sosmed ber-template. Miris banget!”
Fakta lapangan gempa NTT cukup jelas. Menurut rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 18.48 WIB, total korban meninggal mencapai 47 orang.
Sebarannya Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang. Ratusan rumah mengalami kerusakan (157 rusak berat, 41 rusak sedang, 148 rusak ringan), ditambah fasilitas pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah.
Pusat gempa berada di laut sekitar 30–38 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, kedalaman 15 km. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut, dan ratusan gempa susulan tercatat.
BACA JUGA:Prabowo Resmikan Listrik 1.400 Desa Sebelum 14 Agustus 2026, Ini Fakta dan Target Pemerintah
Pemerintah pusat dan daerah tetap bergerak. BNPB mengirim bantuan logistik melalui baseops TNI AU, termasuk puluhan ribu paket.
Evakuasi, pencarian korban, dan pendirian pengungsian dilakukan oleh gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD setempat.
Ribuan warga mengungsi, terutama di Sikka dan Manggarai.