BACA JUGA:El Nino Menguat pada Musim Kemarau 2026, Ini Dampaknya bagi Cuaca dan Ketersediaan Air
Seorang petugas berseragam biru dan helm merah terlihat memeriksa lokasi.
Di kejauhan tampak fasilitas industri PLTU.
PLTU Ropa di Kabupaten Ende memiliki kapasitas 2×7 MW dan merupakan salah satu pembangkit penting di sistem kelistrikan Flores.
Akses ini bukan sekadar jalan desa, melainkan urat nadi logistik operasional pembangkit sekaligus jalur mobilitas warga pemukiman sekitar.
BACA JUGA:Gempa M7,7 Guncang Flores: Sedikitnya 20 Orang Tewas, Ribuan Warga Dievakuasi
Jika akses terputus total atau lambat ditangani, risiko yang muncul meliputi:
Gangguan distribusi bahan bakar dan logistik operasional PLTU
Ancaman keamanan mobilitas warga karena potensi retakan susulan atau longsor
Potensi gangguan pasokan listrik di wilayah Ende dan sekitarnya jika operasional pembangkit terganggu
Risiko Energi dan Keselamatan Warga
Pasca gempa M 7,7, PLN UIW NTT sudah bekerja keras memulihkan ratusan gardu yang terdampak.
Namun, kerusakan infrastruktur akses seperti di Ropa menambah beban.
Pengalaman gempa sebelumnya (termasuk kejadian 2021) menunjukkan bahwa PLTU Ropa pernah dihentikan sementara demi keamanan saat ada ancaman tsunami.
BACA JUGA:Viral Video Detik-Detik Gempa Guncang Pelabuhan Maumere, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Kali ini ancaman utamanya adalah stabilitas tanah dan struktur jalan.
Retakan yang terlihat di video mengindikasikan pergeseran lateral yang signifikan.