Action + pekerjaan + tools/metode + hasil atau impact
Misalnya:
Menganalisis 500+ data penjualan menggunakan Microsoft Excel untuk mengidentifikasi tren produk dan menyusun rekomendasi strategi promosi.
Format seperti ini membuat pengalaman yang ditulis terasa lebih konkret.
BACA JUGA:ASUS vs Acer vs Lenovo vs MSI: Mana Laptop Gaming Terbaik 2026 untuk Pelajar dan Mahasiswa?
3. Belum Pernah Kerja? Jangan Merasa Tidak Punya Pengalaman
Untuk mahasiswa, pengalaman profesional bukan satu-satunya sumber isi CV.
Jika belum pernah bekerja secara formal, pengalaman berikut tetap dapat menjadi bahan yang bernilai:
- Proyek kuliah
- Organisasi
- Kepanitiaan
- Freelance
- Volunteer
- Personal project
- Kompetisi
- Penelitian
- Kegiatan akademik yang relevan
Yang perlu diperhatikan adalah cara mengemasnya.
Daripada sekadar menulis:
“Anggota divisi publikasi.”
Lebih baik menjelaskan kontribusinya:
“Membuat 20+ materi publikasi untuk kegiatan organisasi menggunakan Canva dan mengatur kalender konten media sosial selama periode kampanye.”
Dengan begitu, HRD dapat melihat kemampuan yang sebenarnya kamu miliki, bukan hanya nama posisi.
4. Gunakan Keyword, tetapi Jangan Berlebihan
Keyword memang penting ketika membuat CV ATS-friendly. Namun, memasukkan sebanyak mungkin kata kunci bukanlah solusi.
Jika melamar posisi Marketing Intern, beberapa keyword yang mungkin relevan antara lain:
- Digital marketing
- Social media
- Content creation
- Market research
- SEO
- Copywriting
- Google Analytics
- Campaign analysis
- Canva
Gunakan keyword tersebut jika memang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan.