Keyword juga sebaiknya ditempatkan secara alami dalam Profile, Experience, Projects, dan Skills, bukan ditumpuk dalam satu bagian tanpa konteks.
Sebab, CV yang penuh keyword tetapi tidak memiliki bukti penerapan justru dapat menjadi masalah ketika kandidat memasuki tahap interview.
5. Buat Profile yang Singkat, tetapi Menjual
Bagian Profile merupakan salah satu bagian pertama yang kemungkinan dilihat HRD.
Hindari pembukaan yang terlalu generik seperti:
“Saya adalah mahasiswa yang pekerja keras, bertanggung jawab, mampu bekerja dalam tim, dan memiliki motivasi tinggi.”
Kalimat tersebut terdengar positif, tetapi tidak memberikan informasi spesifik mengenai kandidat.
Cobalah langsung menjawab empat hal:
Siapa kamu + bidang yang dituju + kekuatan utama + kontribusi yang ingin dikembangkan.
Contohnya:
“Mahasiswa S1 Manajemen semester 6 dengan minat pada digital marketing dan brand strategy. Berpengalaman mengelola konten media sosial organisasi dan menganalisis performa kampanye menggunakan Excel. Tertarik mengembangkan kemampuan marketing melalui program internship di industri FMCG.”
Dalam beberapa kalimat, HRD sudah mendapatkan gambaran mengenai latar belakang, minat, pengalaman, dan tujuan kandidat.
6. Angka Bisa Membuat CV Lebih Meyakinkan
Jika memiliki data, gunakan angka.
Bandingkan:
“Mengelola tim organisasi.”
dengan:
“Mengelola tim beranggotakan lima orang dalam pelaksanaan program kerja organisasi.”