Uang Gaji Cepat Habis? Kenali Bedanya Kebutuhan dan Keinginan Sebelum Belanja agar Dompet Tetap Aman

Sabtu 22 Aug 2026 - 06:00 WIB
Reporter : zeli
Editor : djarwo

Tanyakan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan untuk aktivitas sehari-hari.

Jika jawabannya tidak, jangan langsung melakukan pembelian.

Misalnya, ingin membeli sepatu baru karena melihat model yang sedang tren.

Sebelum checkout, periksa terlebih dahulu apakah sepatu yang dimiliki masih layak digunakan.

Jika masih cukup, pembelian tersebut kemungkinan lebih dekat dengan kategori keinginan.

BACA JUGA:Sudah Lama Menabung dan Investasi, Kok Saldo Masih Begitu Saja? Ini Penyebabnya!

2. Apa yang Terjadi Jika Tidak Membelinya?

Pertanyaan berikutnya adalah “Apa akibatnya jika saya tidak membeli barang ini?”

Jika tidak membelinya membuat aktivitas utama terganggu, kemungkinan barang tersebut merupakan kebutuhan.

Sebaliknya, jika tidak membeli barang tersebut tidak memberikan dampak berarti terhadap kehidupan sehari-hari, pembelian dapat ditunda.

Cara ini cukup efektif untuk mengurangi pembelian impulsif.

3. Apakah Hanya Ingin karena Promo?

Promo sering membuat seseorang merasa harus segera membeli.

Padahal, diskon bukan berarti seseorang menghemat uang jika barang tersebut sebenarnya tidak diperlukan.

Contohnya, sebuah barang seharga Rp200.000 mendapatkan diskon menjadi Rp120.000.

Secara harga memang lebih murah, tetapi jika barang tersebut tidak dibutuhkan, uang Rp120.000 tetap keluar dari dompet.

Kategori :