BACA JUGA:Gaji DPR Dipotong, Tunjangan Perumahan Dihapus: Ini Rincian Fasilitas yang Disunat!
Capaian KPR subsidi terus bertambah
Percepatan Program 3 Juta Rumah juga didukung peningkatan penyaluran KPR subsidi.
Data yang dilaporkan pada awal Agustus 2026 menunjukkan realisasi pembangunan dan pembiayaan rumah melalui skema KPR sejak Kementerian PKP mulai beroperasi telah mencapai 400.231 unit rumah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 138.740 unit direalisasikan melalui tiga kali akad massal KPR FLPP.
Rekor terbesar terjadi di Batang pada 30 Juli 2026 dengan 62.710 unit KPR FLPP.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan menjadi salah satu komponen penting dalam mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ada target akad massal 71.000 rumah
Kementerian PKP juga menyiapkan langkah lanjutan.
Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pemerintah akan melaksanakan akad massal 71.000 rumah di Jawa Timur pada Desember 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama pengembang senior pada 20 Agustus 2026.
Target tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah berusaha menjaga momentum percepatan penyaluran pembiayaan rumah subsidi hingga akhir tahun.
Dampaknya bagi calon pembeli rumah
Bagi masyarakat yang sedang mencari rumah, penguatan sinergi pemerintah dan pengembang berpotensi memberikan beberapa manfaat, terutama dari sisi:
- semakin banyak pilihan rumah subsidi;
- akses pembiayaan yang lebih luas;
- upaya menekan biaya kepemilikan rumah;
- pengembangan hunian vertikal di perkotaan;
- peningkatan kualitas dan tata kelola perumahan;
- kepastian pembangunan melalui kolaborasi pemerintah dan pengembang.
Namun, calon pembeli tetap perlu memperhatikan legalitas tanah, kualitas bangunan, lokasi, akses transportasi, fasilitas lingkungan, serta kemampuan membayar cicilan sebelum mengambil KPR.