BACAKORAN.CO - Sebuah poster ajakan donasi untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memuat logo Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni bersama RANS Entertainment viral di media sosial, memicu perdebatan sengit soal prioritas anggaran dan etika jabatan negara.
Postingan yang dibagikan ulang akun X @recehsjaa pada Jumat, 21 Agustus 2026, mempertanyakan mengapa logo resmi negara digunakan untuk mengumpulkan dana publik ke rekening PT RANS Entertainment Indonesia, sementara pemerintah sudah menggelontorkan Rp44 miliar untuk penanganan awal.
Kritik utama mengarah pada perbandingan dengan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diklaim mencapai triliunan per hari.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Hingga pertengahan pekan BNPB mencatat puluhan korban jiwa (sekitar 70–75 orang), ratusan luka-luka, ribuan rumah rusak, dan ribuan warga mengungsi di tujuh kabupaten terdampak, termasuk Nagekeo, Sikka, Manggarai, dan Ende.
Kronologi Viralnya Poster Donasi
Poster yang beredar menampilkan tulisan “Ikut Bantu Saudara Kita yang Terkena Bencana di NTT”, kode QRIS, serta nomor rekening BNI 1717878702 a.n. PT RANS Entertainmen Indonesia.
Di bagian atas tertera logo RANS Entertainment berdampingan dengan logo Utusan Khusus Presiden.
Ajakan tersebut juga muncul di akun media sosial terkait Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
“BENERANN INI? LOGO UTUSAN PRESIDEN MINTA DONASI???? SERIUSANNNN? … PEMERINTAH KE NTT = 44M PEMERINTAH KE MBG = 1T/DAY BANTUAN PEMERINTAH KE NTT KALAH DENGAN ANGGARAN MBG SELAMA 1 HARI,” tulis X @recehsjaa.
BACA JUGA:Viral! PT Kiani Lestari dan Kertas Nusantara, Jejak Bisnis Presiden Prabowo di Kalimantan Timur
Raffi Ahmad sendiri dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024 sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Jabatan ini bersifat non-struktural dan bertugas membantu Presiden di luar kementerian formal.
Fakta Bantuan Pemerintah untuk Gempa NTT
Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan telah menyalurkan Rp44 miliar sebagai dana penanganan awal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan bagian dari anggaran tanggap darurat yang sudah ditransfer sebelumnya, bukan tambahan baru.