JD Sports Pangkas Proyeksi Laba Jadi £700–£800 Juta, Penjualan AS Turun 6,8%

Sabtu 22 Aug 2026 - 16:00 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO - JD Sports Fashion memangkas proyeksi laba sebelum pajak dan pos penyesuaian untuk tahun fiskal 2026/27 menjadi £700 juta–£800 juta, dari sebelumnya £750 juta–£850 juta. Penurunan tersebut terjadi setelah penjualan sebanding di Amerika Utara merosot 6,8 persen pada kuartal kedua.

Kabar ini menjadi perhatian investor karena Amerika Utara merupakan salah satu pasar terbesar JD Sports. Lemahnya sentimen konsumen, permintaan sepatu yang melambat, serta perubahan waktu belanja kembali ke sekolah menjadi sejumlah tekanan utama.

BACA JUGA:Sepatu Lari Lokal Ortuseight Hyperblast: Bisa Buat 5K, 10K, hingga Half Marathon?

Mengapa JD Sports Menurunkan Proyeksi Labanya?

JD Sports menghadapi kondisi perdagangan yang lebih sulit sepanjang kuartal kedua tahun fiskal 2026/27.

Penjualan sebanding atau like-for-like sales grup turun 3,1 persen dalam 13 minggu hingga 1 Agustus 2026. Penurunan tersebut lebih buruk dibandingkan penurunan 2,5 persen pada kuartal pertama.

Perusahaan juga menghadapi pasar ritel yang sangat bergantung pada promosi. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap margin karena konsumen semakin sensitif terhadap harga.

Apa Penyebab Penjualan JD Sports di AS Turun?

Amerika Utara menjadi titik terlemah dalam kinerja JD Sports.

Penjualan sebanding di kawasan tersebut turun 6,8 persen, dengan perusahaan menyebut sentimen konsumen yang lebih lemah, periode peluncuran produk alas kaki populer yang lebih lambat, serta perubahan waktu pembelian perlengkapan sekolah.

Kondisi tersebut penting karena Amerika Utara menyumbang lebih dari sepertiga pendapatan JD Sports.

Dengan kontribusi sebesar itu, pelemahan pasar AS dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan pendapatan dan keuntungan perusahaan.

BACA JUGA:Rekomendasi Sepatu Joging Ortuseight Terbaru: Dari Daily Run Hingga Trail Running!

Bagaimana Kinerja JD Sports di Pasar Lain?

Kinerja JD Sports tidak sepenuhnya buruk di seluruh wilayah.

Pasar Inggris justru mencatat pertumbuhan penjualan sebanding 0,8 persen, sedangkan Asia Pasifik tumbuh 1,4 persen. Sebaliknya, penjualan sebanding di Eropa turun 2,7 persen.

Wilayah Perubahan Penjualan Sejenis
Amerika Utara -6,8%
Eropa -2,7%
Inggris +0,8%
Asia Pasifik +1,4%
Grup -3,1%

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan terbesar saat ini berada di Amerika Utara, meskipun pasar Eropa juga masih menghadapi tekanan.

Mengapa Konsumen AS Mengurangi Belanja?

Tekanan biaya hidup menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsumen utama JD Sports.

Tags : #saham jd sports #nike #jd sports #investasi #ekonomi as #bisnis ritel
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini