Saham BMRI Tertekan Usai Isu Rekening Donasi Rp80,9 Juta, Besok Bursa Libur!

Senin 24 Aug 2026 - 20:46 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Saham BBCA, misalnya, disebut turun 0,78 persen ke Rp6.400. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen negatif pada sektor perbankan tidak hanya terjadi pada Bank Mandiri.

Aksi ambil untung atau profit taking juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan saham setelah periode kenaikan sebelumnya.

Dengan demikian, investor perlu berhati-hati dalam menyimpulkan bahwa pelemahan BMRI semata-mata disebabkan oleh satu isu.

IHSG Turun 0,37 Persen

Tekanan terhadap saham perbankan juga terjadi bersamaan dengan pelemahan pasar saham domestik.

IHSG ditutup turun 0,37 persen ke level 6.501,66 pada perdagangan Senin.

Pelemahan bursa domestik terjadi di tengah tekanan bursa Asia serta perhatian investor terhadap perkembangan ekonomi Indonesia, termasuk data transaksi berjalan.

Kondisi tersebut membuat sentimen pasar menjadi lebih berhati-hati.

BACA JUGA:Warga Hadang Polisi di Depan DPR, Mas Botok dan Mas Teguh Gagal Dibawa

Bagaimana Prospek Saham BMRI?

Dari sisi investor, pelemahan kurang dari 1 persen dalam satu hari belum otomatis menunjukkan perubahan fundamental perusahaan.

Investor tetap perlu melihat beberapa indikator penting. Di antaranya adalah pertumbuhan kredit, kualitas aset, laba bersih, Net Interest Margin (NIM), rasio kredit bermasalah, hingga kebijakan dividen.

Valuasi juga menjadi pertimbangan.

Data yang tercantum dalam materi sebelumnya menunjukkan BMRI memiliki P/E sekitar 6,29 kali serta estimasi dividend yield sekitar 11,35 persen.

Namun, angka tersebut sebaiknya tidak digunakan sendirian sebagai dasar keputusan investasi. Perubahan harga saham, laba perusahaan, kondisi makroekonomi, serta valuasi sektor perbankan perlu diperhitungkan secara bersamaan.

Investor Perlu Perhatikan Level Harga BMRI

Secara sederhana, level Rp4.200 menjadi titik penutupan penting setelah saham BMRI bergerak dalam rentang Rp4.170-Rp4.220 pada perdagangan Senin.

Jika tekanan berlanjut, level terendah harian Rp4.170 dapat menjadi perhatian investor sebagai area yang perlu dipantau.

Sebaliknya, kemampuan BMRI kembali bergerak di atas area pembukaan Rp4.220 dapat menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda.

Tetapi, level tersebut bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan investasi tetap membutuhkan analisis teknikal dan fundamental yang lebih lengkap.

Besok Bursa Tutup, Perdagangan Kembali Rabu

Kategori :