BACAKORAN.CO – Supir bus yang ditugaskan membawa peserta aksi dari Pati, Jawa Tengah, ke Jakarta mengaku mendapat intimidasi dari nomor tak dikenal pada Selasa (25/8/2026) siang.
Ia diancam bahwa surat-surat bus, SIM, hingga dokumen kendaraan akan ditahan setibanya di ibu kota.
Nomor tersebut sempat menelepon kembali, namun saat ditantang video call, penelepon justru tidak berani.
Kejadian ini menambah deretan tekanan yang dialami Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjelang aksi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.
BACA JUGA:Pembiayaan Inklusif BSI Tembus Rp114,17 Triliun untuk UMKM
Sebagaimana dikutip dari akun X @RA_leather pada tanggal 25 Agustus 2026, unggahan yang disertai video rekaman memperlihatkan pengakuan langsung sang sopir.
Kronologi Kejadian Intimidasi Telepon
Menurut pengakuan dalam rekaman yang beredar, sopir bus tersebut menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal.
Isi ancaman jelas jika ia tetap membawa massa aksi, dokumen kendaraan dan SIM akan “ditahan” setibanya di Jakarta.
BACA JUGA:Nyesek! Vilmei Kehilangan Rp1,28 Miliar, Diduga Dipakai Judol dan Mabuk Oleh Karyawan Sendiri
Saat nomor yang sama menelepon ulang dan ditantang melakukan video call, pihak lawan bicara tidak berani muncul.
Pengalaman ini bukan kasus tunggal. Sebelumnya, beredar rekaman suara sejumlah sopir bus di wilayah Pati, Jepara, dan Grobogan yang mengaku mendapat tekanan hingga membatalkan sewa armada.
Mereka menyebut tempat tinggal didatangi setelah tidak merespons panggilan.
Akibatnya, uang muka (DP) dikembalikan kepada pihak AMPB.
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, membenarkan adanya pembatalan mendadak armada.