BACA JUGA:Pimpinan DPRD Pagaralam Laporkan Wartawan, Polemik “Makar” Memanas
Sebagian bus yang direncanakan dibatalkan atau hanya empat unit yang disiapkan dengan kapasitas sekitar 50 orang per bus.
Donasi masyarakat mencapai puluhan juta rupiah untuk konsumsi dan transportasi.
Kelompok lain yang berencana turun antara lain Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (dengan tuntutan tambahan penurunan harga kebutuhan pokok), Aliansi GERAM (klaim hingga 1.000 massa mahasiswa dan masyarakat sipil), serta perwakilan dari Bangkalan dan beberapa daerah lain dengan fokus berbeda, termasuk evaluasi program tertentu.
Klaim Ratusan Bus vs Bantahan Resmi
Daftar panjang yang viral, termasuk yang dibagikan @Opposite6888, banyak yang tidak terkonfirmasi.
BACA JUGA:Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Kembalikan Rp5,25 Miliar, Berharap Kasus DSI Segera Tuntas
Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty secara tegas membantah kabar 25 bus dari daerahnya.
“Insyaallah tidak benar,” katanya.
Polisi di sejumlah titik juga menjelaskan bahwa video konvoi bus yang beredar lebih banyak merupakan arus libur nasional dan wisatawan, bukan massa demonstran.
Salah satu bus rombongan AMPB dilempari batu bata di Tol Jakarta-Cikampek hingga kaca retak.
“Tadi di KM 54–55 di atas JPO, bus kami dilempar batu bata besar sampai kacanya hancur,” ujar Teguh Istiyanto.
BACA JUGA:Lomba Rakyat Demokrat Prabumulih Meriah, 'Pak Wo' Ikut Adu Otot, Kader Adu Kompak
Insiden itu sempat menghentikan perjalanan sementara, namun massa tetap melanjutkan.
Ada juga laporan penundaan transaksi rekening donasi yang memaksa panitia beralih ke uang tunai dan bantuan logistik langsung dari masyarakat.
Di sisi lain, DPR melalui Ketua Komisi III Habiburokhman memastikan pembahasan RUU Perampasan Aset terus dikebut dan ditargetkan rampung paling lambat Desember 2026.
Sudah digelar puluhan RDPU, kunjungan kerja, dan penyerapan aspirasi.