Kurs Dolar AS Hari Ini Menguat, JPY Tembus 160 per USD dan Harga Emas Capai US$4.453

Senin 31 Aug 2026 - 09:50 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACAKORAN.CODolar AS ditutup menguat pada akhir pekan lalu setelah pernyataan hawkish Gubernur The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga AS. Di pasar valuta asing, yen Jepang kembali melemah hingga menembus level 160 per USD, sementara harga emas berada di US$4.453,37 per troy ounce.

Pergerakan tersebut menjadi perhatian investor karena arah suku bunga The Fed, nilai tukar dolar, harga minyak, dan kondisi ekonomi China dapat memengaruhi pasar keuangan global.

Dolar AS Menguat Setelah Pernyataan Kevin Warsh

Penguatan dolar AS terjadi setelah Kevin Warsh menyampaikan pandangan yang dinilai hawkish dalam pidatonya di Jackson Hole.

Warsh menilai inflasi AS belum menunjukkan perlambatan yang cukup berarti. Menurutnya, pembuat kebijakan perlu memastikan bahwa tekanan inflasi benar-benar mereda sebelum mengambil keputusan kebijakan berikutnya.

Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan kemungkinan perubahan arah suku bunga The Fed pada September.

Bagi investor, perubahan ekspektasi suku bunga menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi imbal hasil obligasi, nilai tukar dolar AS, harga emas, hingga aliran modal ke pasar negara berkembang.

BACA JUGA:Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan Jelang Jackson Hole: Cek Kurs USD hingga Euro Hari Ini

Yen Jepang Melemah hingga 160 per USD

Tekanan juga terjadi pada yen Jepang. JPY kembali melemah dan menyentuh level sekitar 160 per USD, yang menjadi level terlemah dalam satu bulan terakhir.

Sekretaris Tresuri AS Scott Bessent sebelumnya mempertahankan pandangannya mengenai pentingnya stabilitas nilai tukar yen.

Menurut Bessent, volatilitas ekstrem pada yen berpotensi meningkatkan tekanan terhadap suku bunga dolar AS. Ia juga berharap Bank of Japan mengambil langkah yang tepat untuk menangani persoalan tersebut.

Pelemahan yen menjadi perhatian karena nilai tukar tersebut berkaitan erat dengan kebijakan moneter Jepang dan daya saing ekspor negara tersebut.

Harga Minyak Naik di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Harga minyak dunia kembali meningkat setelah militer AS melakukan serangan terhadap peluncur roket Iran yang disebut tengah bersiap mengirim ranjau ke kawasan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dunia. Gangguan keamanan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Harga minyak mentah dalam data pasar yang digunakan berada di level US$84,83 per barel.

Kenaikan harga minyak perlu diperhatikan karena dapat memberikan tekanan terhadap biaya transportasi dan inflasi apabila berlangsung dalam waktu lama.

Kategori :