Angka tersebut menunjukkan tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda.
RBA sendiri mempertahankan suku bunga acuan di level 4,35 persen pada pertemuan Agustus. Bank sentral Australia sebelumnya telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang 2026 atau total 75 basis poin.
RBA juga menilai inflasi masih terlalu tinggi dan memperkirakan inflasi baru kembali menuju titik tengah sasaran 2–3 persen pada awal 2028.
Setelah data inflasi Juli dirilis, sejumlah ekonom kembali memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang. Reuters mencatat peluang kenaikan pada September sempat meningkat menjadi sekitar 38 persen dari 17 persen sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang AUD meski dolar Australia masih berada di bawah level 0,72 per dolar AS.
Rupiah Stabil di Kisaran Rp17.750 per Dolar AS
Di dalam negeri, rupiah berdasarkan data kurs yang diberikan diperdagangkan relatif stabil di kisaran Rp17.750 per dolar AS.
Data kurs menunjukkan bank membeli dolar AS pada level Rp17.700 dan menjualnya di sekitar Rp17.760.
Pergerakan rupiah juga berlangsung di tengah pergantian kepemimpinan Bank Indonesia.
Destry Damayanti sebelumnya menjalankan tugas sebagai pejabat gubernur sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI pada Juli 2026. Pemerintah kemudian memproses pergantian tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.
Pada akhir Agustus, Komisi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI terpilih untuk periode 2026–2031.
Perubahan kepemimpinan tersebut menjadi salah satu perhatian pelaku pasar karena kebijakan BI akan berperan dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Daftar Kurs Mata Uang Hari Ini
Berdasarkan data kurs yang diberikan, berikut sejumlah nilai tukar mata uang terhadap rupiah:
Mata Uang Bank Buy Bank Sell
USD Rp17.700 Rp17.760