Sungai Kapuas Kering Kerontang Setelah 4 Bulan Tak Hujan, Tongkang Terdampar & Warga Berwisata di Dasar Sungai

Selasa 01 Sep 2026 - 19:00 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO – Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kalimantan, kini mengalami kekeringan parah setelah empat bulan hampir tidak diguyur hujan.

Sebuah tongkang besar dan kapal nelayan terlihat terdampar di dasar sungai yang surut drastis, sementara ratusan warga justru memanfaatkan hamparan pasir yang muncul sebagai lokasi wisata dadakan.

Tak hanya Kapuas, sejumlah sungai dan danau besar di Kalimantan juga terdampak suhu panas ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada musim kemarau 2026.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap pasokan air bersih, transportasi sungai, perikanan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BACA JUGA:7,2 Kg Ganja dari Empat Lawang Gagal Masuk Palembang

Fenomena ini terekam jelas dalam video drone yang dibagikan akun X @CNNIndonesia pada Selasa, 1 September 2026.

Dalam rekaman tersebut terlihat aliran sungai yang biasanya lebar dan dalam kini menyisakan daratan luas berwarna cokelat, dengan kapal-kapal yang terjebak di tengahnya.

Warga terlihat berjalan kaki, duduk-duduk, bahkan berfoto di area yang biasanya dilalui perahu.

Sebagaimana dikutip dari akun X @CNNIndonesia pada tanggal 1 September 2026, kondisi Sungai Kapuas saat ini merupakan dampak langsung musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Niño.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan bagian selatan, terjadi pada Agustus-September 2026 dengan curah hujan kategori rendah hingga sangat rendah.

BACA JUGA:Tidur di Musholla, Uang Rp15 Juta Milik Warga Palembang Dicuri, Polisi Bergerak Pelaku Tertangkap

Apa yang Terjadi di Sungai Kapuas Saat Ini?

Video drone dari atr.drone via Instagram yang viral menunjukkan hamparan dasar sungai yang terbuka lebar.

Tongkang dengan terpal hijau-hitam terlihat kandas, sementara kapal-kapal kecil nelayan juga terdampar.

Meski kondisi memprihatinkan, banyak warga setempat menjadikannya destinasi wisata musiman.

Fenomena serupa pernah terjadi di beberapa titik Sungai Kapuas di Kabupaten Sanggau, di mana pasir timbul menjadi daya tarik warga.

Kategori :