BACAKORAN.CO – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan kedokteran Tanah Air seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip)–RSUP Dr. Kariadi Semarang, dr. Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed., dilaporkan meninggal dunia saat masih menjalani pendidikan.
Kabar tersebut sontak menjadi perbincangan luas di media sosial, sekaligus memunculkan kembali dugaan lama soal praktik perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan dokter spesialis kampus tersebut.
Merespons hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI langsung memastikan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti di balik kematian sang dokter muda.
Kronologi Kabar Duka Beredar di Media Sosial
Informasi meninggalnya dr. Yuda pertama kali menyebar luas melalui unggahan akun Instagram @nalarrawat pada Selasa, 1 September 2026.
Dalam unggahan tersebut, tertulis ucapan belasungkawa yang ditujukan kepada keluarga dan almarhumah.
Tidak berselang lama, unggahan itu memicu gelombang komentar dari kalangan sejawat dokter yang mempertanyakan kembali budaya senioritas di lingkungan pendidikan kedokteran, termasuk dugaan panggilan merendahkan yang kerap dilontarkan peserta PPDS senior kepada juniornya di FK Undip.
Unggahan-unggahan yang beredar juga menyinggung persoalan relasi kuasa yang timpang antara senior dan junior, praktik bullying yang dianggap masih melekat, hingga dugaan kecurangan akademik yang dinilai turut menciptakan tekanan psikologis bagi peserta didik.
Salah satu twit dari kalangan dokter menyoroti pentingnya kesetaraan peran antarjenjang pendidikan demi keselamatan pasien dan iklim belajar yang sehat.
BACA JUGA:KUR BRI vs Mandiri September 2026: Syarat, Plafon dan Cara Ajukan
Kemenkes Pastikan Turun Tangan Periksa Dugaan Bullying
Menanggapi ramainya isu ini, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur perundungan dalam kasus tersebut.
"Untuk turun ke sana, apakah ini bullying atau bukan. Jadi kita sedang melakukan pemeriksaan," ujar Azhar Jaya.
Azhar menegaskan, apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya tindakan bullying, Kemenkes tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah tegas sesuai prosedur yang berlaku.
BACA JUGA:Tidur di Musholla, Uang Rp15 Juta Milik Warga Palembang Dicuri, Polisi Bergerak Pelaku Tertangkap
"Nanti kalau ternyata misalnya bullying, terbukti, kita akan ada langkah-langkah. Apakah perlu ditutup ataupun perbaikan-perbaikan," tandasnya.